Rentak Zapin Melayu Massal Polda Kepri Sukses Pecahkan Rekor Muri

Tari Rentak Zapin Melayu yang dibawakan keluarga besar Bhayangkari Polda Kepri berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Rentak Zapin Melayu Massal Polda Kepri Sukses Pecahkan Rekor Muri
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Tarian zapin massal yang diikuti sejumlah anggota Bhayangkari serta jajaran anggota Polda Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Jumat (10/4/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Alvin Lamaberaf

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM – Tari Rentak Zapin Melayu yang dibawakan keluarga besar Bhayangkari Polda Kepri berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) di Dataran Engku Putri, Jumat (10/4) jam 17.00 WIB.

Penghargaan Muri tersebut diberikan oleh wakil Muri Ny Alitawati Saryono.

Rekor Muri itu mencatat Rentak Zapin diikuti peserta terbanyak dengan 3498 penari. Dimana, diselenggarakan secara serentak di lima kabupaten se-Kepri.

"Pesertanya terdiri dari 375 penari dari Tanjungpinang, 240 Bintan, 533 Karimun, 220 Lingga, 100 Natuna, dan 1865 pemari di Batam," kata Kapolda Kepri Brigjen Arman Depari, Jumat (10/4).

Arman mengatakan, kegiatan yang digelar Bhayangkari Ekstravaganza 2015 ini, dalam rangka HUT Kemala Bhayanhkari ke-33. Dengan ini rentak zapin menjadi milik semua, menjadi idola dan alat untuk memajukan pariwisata di provinsi Kepri.

"Rentak Zapin bisa jadi milik kita bersama seperti tari lilin, sajojo, poco-poco dan sebagainya. Wujudkan Kepri sebagai bunda tanah melayu," ungkap Arman.

Dikatakannya, dengan kegiatan ini menampilkan nilai-nilai kearifan lokal berupa seni rentak zapin. Tari zapin mempunyai maksud untuk memberikan kontribusi nilai-nilai kebersamaan bukan individu demi harmonisasi kemasyarakatan.

"Filosofi dalam tari utamakan kebersamaan bukan individu. Ini bisa diterapkan di lingkungan kepolosian untuk bisa diterapkan dimasyarakat atau oleh para stake holder untuk nilai-nilai di Kepri," kata Arman.

Direktur Muri Alitawati Saryono sangat apresiasi atas semua ini, dan Bhayangkari Polda Kepri layak mendapatkannya. Hal ini belum pernah terjadi, menari masal yang dilaksanakan serentak. Makna yang terkandung adalah ibu-ibu menyempatkan diri untuk mendukung tugas suami yang sangat berat.

"Kami apresiasi, ibu-ibu bhayangkari telah mendukung dan memberikan ruang waktu memajukan dan menjaga budaya lokal daerah ini, dari kemajuan zaman dan ilmu penhetahuan dan teknologi yang kian pesat" kata Alitawati Saryono .

Pantauan Tribun, Dataran Engku Putri saat itu jadi lautan manusia. Tidak hanya para penari zapin, tetapi masyarakat Batam pun ikut menyaksikan momen bersejarah itu.

Selain rentak zapin yang dibawakan, Bhayanhkari juga menyediakan Bazar murah di belasan stand, sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan door prize.

Pemberian Rekor Muri tersebut disaksikan oleh Gubernur Kepri HM Sani dan Ibu, Ibu wakil gubernur Soerya respatyano, Duta besar In donesia Singapore, Duta besar Indoneaia Myanmar, Kapolda Kalimantan Barat, PWI, dan perwakilan semua organisasi di Kepri.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved