Home »

Video

TV Online Tribun Batam

VIDEO: Menteri Keuangan Prihatin Saat Berkunjung Ke Kepri

Bambang meminta aparat terkait untuk memperketat pengawasan dan patroli di Perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, khususnya perairan Kepri.

Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku prihatin, atas maraknya aksi penyelundupan barang ke Indonesia, yang masuk di Perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Kondisi tersebut dinilainya sudah sangat merugikan negara.

Untuk itu, Bambang meminta aparat terkait untuk memperketat pengawasan dan patroli di Perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, khususnya perairan Kepri.

Bambang mengaku, saat ini ada empat pangkalan operasi yang terbesar diwilayah Indonesia, diantaranya Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Pantolan, Tanjung Priok dan Batam sendiri yang memiliki wilayah masing-masing.

"Namun koordinasi pengawasan harus komprehensif dan berkesinambungan di antara masing masing wilayah, sihingga pengaman laut dari tindak penyelundupun bisa diminimalisir," kata Bambang.

Bambang mengaku, selain beras, mikol, barang seken dari singapura, bawang merah dan barang-barang elektronik juga mendominasi impor ilegal ke Indonesia, khususnya Kepri.

"Ada juga ekspor, seperti timah dan rotan yang kemarin juga berhasil ditegah Bea dan cukai Tanjungbalai Karimun dan Batam," ungkapnya.

Adapun barang - barang selundupan yang berhasil ditangkap Bea Cukai Batam, mulai dari minuman mengandung etil alkohol sebanyak 48,016 kaleng, 163.240 batang rokok tanpa cukai. 1.100 karung beras Thailand. Beserta 100 karung gula pasir. Adapula telepon seluler dan keramik.(*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help