Sembilan Nama Terlibat di Dugaan Korupsi Lampu Hias MTQ Batam

Jika ada dua alat bukti yang kuat, sembilan orang pasti jadi tersangka. Ya, kita lihat nanti saja. Sekarang penyelidikan masih berlangsung,"

Sembilan Nama Terlibat di Dugaan Korupsi Lampu Hias MTQ Batam
Tribun Batam/ Zabur
Indra Helmi, Kabid Program Perkotaan Dinas Tata Kota (Distako) Batam, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) langsung ditahan di rutan Tembesi setelah menjalani pemeriksaan di Kejari Batam 

Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Direktur CV Mustika Raja, Rivarizal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi lampu hias MTQ Nasional 2014 di Batam, kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Senin (27/4/2015).

Rivarizal yang didampingi dua penasehat hukumnya, Abdul Kadir dan Abdul Hakim Rizal, langsung menuju lantai 2 ruang pidana khusus (Pidsus) Kejari Batam, sekitar pukul 10.00 WIB.

Rivarizal mengenakan kemeja putih bermotif bunga. Penyidik mencercanya dengan 57 pertanyaan hingga pukul 18.00 WIB.

Abdul Kadir, seorang penasehat hukum (PH) tersangka mengatakan bahwa kliennya itu merupakan korban dalam sistem yang ada dalam pelelangan proyek. Dalam sistem itu, ada sembilan nama, termasuk kliennya, untuk melakukan pengerjaan proyek pengadaan lampu hias MTQ Nasional 2014.

Kadir mendesak jaksa menetapkan delapan nama lainnya sebagai tersangka, "Seharusnya ada sembilan orang yang jadi tersangka, termasuk Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono Batong. Klien saya ini hanya sebagai korban saja," katanya.

Kadir mengatakan, dalam sistem pelelangan itu ada konsultan, pengawas, dan ada pemeriksa proyek. Jika memang tidak sesuai, proyek itu harus dihentikan dan kontraknya dibatalkan. Bahkan kontraktor bisa dikenai denda. "Kan ada konsultan, pengawas dan pemeriksaan. Kalau tidak sesuai dengan spek, ya, hentikan saja proyeknya. Kenapa diterima?" ujarnya.

Menurutnya, dalam kasus ini bukan hanya dua orang saja yang pantas dijadikan tersangka karena ada sembilan orang yang terlibat langsung dalam peroyek tersebut.

"Ada diskriminasi dalam kasus ini. Klien kami ini menjadi korban dalam sistem yang ada," katanya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Batam, Tengku Firdaus mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka merupakan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan kemarin, baru masuk dalam materi pokok perkara.

Halaman
12
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved