5 Tahun Perjuangkan 33 Kampung Tua, Baru Disetujui 7 Titik

‎Warga kampung tua merasa BP Batam tak serius untuk menyelesaikan persoalan kampung tua.

5 Tahun Perjuangkan 33 Kampung Tua, Baru Disetujui 7 Titik
Tribun Batam
Demo warga Kampung Tua dialun-alun Engku Putri Batam Center 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- ‎Warga kampung tua merasa BP Batam tak serius untuk menyelesaikan persoalan kampung tua.

Setelah peringatan Marwah I lima tahun lalu, Ketua Umum Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB) H Machmur Ismail melihat perjuangan masyarakat saat ini baru terealisasi sedikit.

"Seperti kita tahu cuma ada tujuh kampung yang disepakati. Sedangkan 26 kampung masih tanda tanya‎. Bahkan tiga kampung di eliminir habis, itu Tanjung Buntung, Teluk Nipah dan Bengkong Laut. Nih maksudnya apa? Kitakan sudah sepakat 33 titik kampung tua, harusnya nggak ada lagi yang dikurangi. Itu sudah perjanjian," tutur Machmur Ismail.

Padahal, menurut pria yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan LAM itu,‎ sebenarnya ada 39 titik kampung tua di Batam.

Namun karena kontribusi warga tempatan terhadap pembangunan Batam maka enam kampung tua diberikan untuk pembangunan.

"Karena kontribusi kami untuk pembangunan, rela kami menjadi 33 titik. Contohnya kampung ketapang yang sudah tenggelam untuk dam tembesi. Itulah kontribusi kami. Ingat, meski tempatan mayoritas melayu, tapi juga ada suku lain tinggal di sana," tutur Machmur.

Selama memperjuangkan legalitas 33 titik kampung tua, RKWB sebagai perwakilan warga kampung tua melihat ketidakseriusan BP Batam.

Dimana setiap rapat, BP Batam kerap mangkir dan tidak memenuhi komitmennya.

‎"Kalau Pemko koperatif, cuma karena kewenangan penuh ada di BP Batam, jadinya ada stagnansi. Komitmen yang sudah dibangun jadi setengah hati, BP Batam nggak rela melepaskan kampung tua tersebut," ucap Machmur.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help