Pasangan HM Sani dan Ahmad Dahlan Renggang karena Calon Lain?

setelah Ahmad Dahlan beberapa kali mencoba 'main mata' ke calon lain yang memiliki potensial tinggi dalam pilkada Kepri.

Pasangan HM Sani dan Ahmad Dahlan Renggang karena Calon Lain?
Istimewa
Pilkada Provinsi Kepri 

Laporan Tribunnews Batam, Thom

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Kemesraan hubungan antara bakal calon HM Sani dan Ahmad Dahlan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Kepri 2015 kiranya kian renggang.

Hal tersebut terjadi, setelah Ahmad Dahlan beberapa kali mencoba 'main mata' ke calon lain yang memiliki potensial tinggi dalam pilkada Kepri.

Salah seorang bakal calon yang sudah didekati Ahmad Dahlan adalah HM Soerya Respationo, bakal calon Gubernur Kepri yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Romo (Soerya,red) memang saat ini sudah dilamar oleh dua bakal calon, Pak Ansar (Bupati Bintan_red) dan Pak Nurdin (Bupati Karimun_red). Tetapi ada seorang lagi yang belakangan ini mulai mendekati Romo," ungkap sumber enggan disebutkan namanya kepada Tribun Batam.

"Pak Dahlan bahkan sudah dua kali mengirim pesan kepada Romo," ungkap sumber tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Soerya Respationo yang ditemui di sela-sela kampanye sadar wisata di Tanjung Pesona Trikora Bintan, Sabtu (9/5/2015) lalu hanya tersenyum.

Bahkan, Ketua DPD PDIP Kepri itu sama sekali tidak membantah kebenaran informasi tersebut. Namun, dia juga tidak membenarkan kalau apa yang dikabar itu sungguh-sungguh terjadi.

"Siapa yang kasih tahu. Jangan diomongin," ungkap Soerya sambil tersenyum.

Tidak cuma kepada Soerya, informasi terkait upaya politik Dahlan ini sempat ditujukan kepada HM Sani (Gubernur Kepri_red) sekaligus bakal calon Gubernur Kepri yang disandingkan dengan Dahlan sesuai deklasi.

Dengan tegas, Sani membantah kebenaran informasi tersebut. Dia kemudian memastikan bahwa hubungannya dengan Dahlan masih tetap terjalin seperti yang terjadi saat digelar deklarasi Sani-Dahlan beberapa bulan lalu.

"Tidak ada kerenggangan di antara kami. Kami baik-baik saja," ungkap Sani.

Gubernur Kepri ini pun meluruskan informasi yang menyatakan bahwa hubungannya Dahlan mulai terganggu akibat kesepakatan politik tidak tercapai.

Sani secara terang-terangan menegaskan pula bahwa Partai Demokrat sama sekali tidak meminta amar berupa uang sebanyak Rp 25 miliar agar dirinya bisa disandingkan dengan Dahlan.

"Tidak ada amar itu. Informasi tersebut tidak benar," ungkap Sani meluruskan. (*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved