Tes CPNS 2014

Sudah Berhenti Kerja di Tempat Lama, 95 CPNS Batam Belum Jelas Nasibnya

Nasib 95 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemko Batam yang direkrut melalui jalur umum, tahun 2014 lalu terkatung-katung.

Sudah Berhenti Kerja di Tempat Lama, 95 CPNS Batam Belum Jelas Nasibnya
tribunnews batam/anne maria
Sejumlah CPNS Kota Batam rekrutan 2014 mendatangi Kantor Wali Kota Batam mempertanyakan kejelasan nasib SK mereka, Selasa (26/5/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

T‎RIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Nasib 95 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemko Batam yang direkrut melalui jalur umum, tahun 2014 lalu terkatung-katung.

Dijanjikan sudah mendapatkan SK sejak Desember lalu, nyatanya sampai saat ini mereka tak tahu kapan dapat mulai bekerja.

Padahal, sebagian dari mereka sudah ada yang berhenti dari tempat kerjanya yang lama.

Lama menunggu dalam ketidakpastian, puluhan cpns itupun akhirnya mendatangi kantor Pemko Batam, Selasa (26/5/2015).

"Kami sudah menunggu enam bulan pak, tapi nggak tahu SK itu kemana. Kami juga sudah ada yang resign dari tempat kerja. Kami butuh kepastian, kapan sebenarnya SK kami keluar," ujar Febriya salah seorang CPNS.

Wanita berjilbab tersebut bahkan mendesak, sekurang-kurangnya sebelum lebaran, SK mereka sudah dikeluarkan  BKD.

"Kira-kira kapan pastinya, apakah Juni, Juli, atau dua minggu lagi. Yang penting ada kepastiannya pak. Kalau bisa sebelum lebaran sudah keluar, kami malu pulang kampung nggak bawa SK‎ pak," tuturnya kepada wakil wali kota Batam, Rudi dan kepala BKD Muhammad Sahir dalam pertemuan di lantai 4 Pemko Batam.

Tak hanya dirinya, Rida Isnani, CPNS lain pun menuntut hal yang sama.

Rida bahkan mempertanyakan penyebab terkendalanya SK mereka.

Menurut Rida, banyak informasi beredar SK mereka tak dapat keluar karena masih menunggu proses CPNS lain yang melalui jalur K2 yang juga bermasalah.

Ada isu berkembang, salah satu alasan terkendalanya SK karena menunggu yang K2.

"Kami mau tanya, apakah itu benar pak?. Apakah nasib kami tetap menunggu K2 atau seperti apa. Kalau begini kami juga merasa tidak aman," tutur wanita itu.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved