Ciputra Group Kembangkan Mega Proyek Reklamasi CPI di Makassar

Proyek CPI ini merupakan bagian dari Master Plan Kawasan Bisnis Global Terpadu seluas 1.000 hektar.

Ciputra Group Kembangkan Mega Proyek Reklamasi CPI di Makassar
Istimewa
Mega Proyek Ciputra Group 

Laporan Tribunnews Batam, Yusuf Riadi

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Bersama pengusahan lokal PT Yasmin Bumi Asri, pengembang papan atas Ciputra Group menjalin Kerjasama Operasional atau Joint Operation (JO) Ciputra Yasmin, kini sedang mempersiapkan mega proyek Centre Point of Indonesia (CPI), sebuah kota modern baru di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut Penanggung Jawab Kawasan CPI Ir. H. Soeprapto Budisantoso, MSc Penggagas proyek ini adalah Pemprov Sulsel bersama Pemkot Makassar, dimana proyek CPI ini merupakan bagian dari Master Plan Kawasan Bisnis Global Terpadu seluas 1.000 hektar.

"Berdasarkan PKS (Perjanjian Kerjasama) antara Pemprov Sulsel dengan JO Ciputra Yasmin, sekitar 50 hektar lahan reklamasi tersebut akan diserahkan kepada Pemprov Sulsel dari total keseluruhan pengembangan kawasan CPI seluas 157 ha. Berbagai fasilitas umum seperti Masjid besar, Area terbuka hijau (taman interaktif), Kantor Pemerintahan, Pantai buatan dan lain-lain akan dibangun di atas lahan 50 hektar ," kata Soeprapto dalam keterangan resminya Kamis (28/5).

JO Ciputra Yasmin pemenang tender lelang reklamasi seluas 157 hektar yang merupakan lelang tahap awal dari total keseluruhan reklamasi 1.000 hektar. CPI merupakan proyek reklamasi di sekitar Pantai Losari yang diproyeksikan menjadi icon Kota Makassar di masa mendatang.

Selebihnya sekitar 107 hektar, JO Ciputra Yasmin akan mengembangkan Kota Baru yang dinamakan “CitraLand City Losari Makassar” sebagai kawasan modern terintegrasi yang terdiri dari area pemukiman dan area komersial (mall, hotel, apartemen, perkantoran dan lain-lain).

Sementara itu, Associate Director Ciputra Group, Sinyo Pelealu mengatakan, saat ini pihaknya telah dan sedang melakukan kegiatan reklamasi darat atau “onshore reclamation” pada areal yang tidak memerlukan teknologi tinggi, untuk membangun kantor pengelola di lokasi CPI dalam waktu dekat agar seluruh tim Ciputra Yasmin bisa lebih fokus bekerja keras dalam mengembangkan proyek ini.

Untuk kegiatan reklamasi dari arah laut atau biasa disebut “offshore reclamation”, pihaknya saat ini sedang melaksanakan proses tender yang diikuti oleh 6 (enam) perusahaan reklamasi terbaik di dunia.

Dua perusahaan dari Belanda yaitu Van Oord dan Boskalis International, dua perusahaan dari Belgia yaitu Jan De Nul dan Dredging International, Dua perusahaan dari China yakni China Harbour dan Hai Yin, serta satu perusahaan dalam negeri dengan reputasi internasional yaitu PT Pembangunan Perumahan yang saat ini merupakan kontraktor utama proyek pembangunan Terminal Peti Kemas Kali Baru Tanjung Priok di Jakarta.

Sinyo juga menjelaskan, dalam melakukan pekerjaan desain reklamasi, pihaknya menggunakan jasa sekaligus dua Konsultan reklamasi bertaraf internasional yaitu Witteveen+Bos dan Royal Haskoning DHV dari negeri Belanda.

Menurut Sinyo, keberadaan proyek ini akan memberikan multiplier effect terhadap wilayah Sulsel, terutama bagi Kota Makassar dan sekitarnya. Proyek yang akan menelan dana triliunan Rupiah ini akan menambah perputaran uang di Sulsel, dan selanjutnya akan membawa dampak ekonomi yang sangat besar di wilayah ini.

"Berbagai usaha di sektor riil akan tumbuh dan berkembang setelah proyek ini mulai memasuki tahap pembangunan infrastruktur dan area komersial. Proyek CPI ini juga akan menjadi salah satu katalisator, sekaligus lokomotif bagi pertumbuhan perekonomian Sulsel. Yang jelas pasti akan menyerap ribuan tenaga kerja, menggairahkan sektor lain seperti industri barang dan jasa yang terkait dengan pembangunan hotel, mal, restoran, serta industri pariwisata, dan lain sebagainya," kata Sinyo

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved