Citizen Journalism

Produsen Kepalsuan (Menyoal Kepemilikan Ijazah Palsu)

Ijazah adalah seonggok kertas yang menjadi saksi atas keterlibatan seseorang dalam proses belajar dalam beberapa masa.

Produsen Kepalsuan (Menyoal Kepemilikan Ijazah Palsu)
IStimewa
Eulis Cahya Tarbiyah, S.Sos., M.A, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam 

Citizen Journalism
Eulis Cahya Tarbiyah, S.Sos., M.A
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

“Pendidikan kita benar-benar telah jatuh sakit, disakiti oleh pelaku-pelaku yang mengaku kenyang pendidikan”.

Bukti Akademis
Pada akhir belajar di lembaga formal (negeri/swasta) seorang pelajar akan menerima ijazah sebagai wujud derajat kelulusan.

Ijazah adalah seonggok kertas yang menjadi saksi atas keterlibatan seseorang dalam proses belajar dalam beberapa masa. Ijazah jadi penanda akan kemampuan akademis seseorang.

Pada sisi lain, ijazah dapat menjadi ukuran atas keterampilan yang dikuasai seseorang. Dia (ijazah) diperoleh melalui serangkaian jerih payah, cucuran peluh, dan materi yang kadang tidak sedikit.

Keluarnya ijazah dibarengi dengan transkrip penilaian akhir belajar. Ijazah berfungsi menerangkan status kelulusan sedangkan transkrip nilai menjabarkan perolehan angka hasil belajar atas disiplin-disiplin ilmu yang dipelajari.

Keduanya, walau memiliki perbedaan, tetapi terdiri dalam satu paket yang tetap saja disebut ijazah.

Ijazah merupakan dokumen yang dikeluarkan negara sebagai bukti akademis atas proses pembelajaran seseorang. Saking pentingnya ijazah, tiap-tiap individu serasa perlu memilikinya sebagai bekal masa depan.

Faktanya dunia kerja mensyaratkannya sebagai opsi penting dan tidak terbantahkan dalam proses penyaringan tenaga kerja. Bahkan ada beberapa perusahaan menjadikan ijazah sebagai jaminan atas masa kerja seseorang dalam perusahaan tertentu.

Halaman
1234
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved