Siswa SD Tewas, Air Terjun Resun di Lingga Ditutup untuk Umum

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Resun langsung menutup sementara lokasi wisata air terjun untuk umum, Senin (8/6/2015).

Siswa SD Tewas, Air Terjun Resun di Lingga Ditutup untuk Umum
tribunnews batam/ian sitanggang
Air Terjun Resun di Lingga 

Laporan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA-‎ Pasca meninggalnya Suhendri (12) siswa SD 017 Senanggai Desa Duara Kecamatan Lingga Utara, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Resun langsung menutup sementara lokasi wisata air terjun untuk umum, Senin (8/6/2015).

Baca: Rekreasi Sekolah, Siswa SD Lingga Tewas Menyelam di Air Terjun

Rusli, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menuturkan, sangat menyayangkan kejadian tenggelamnya seorang siswa SD hingga meninggal dunia.

Sebab itu, BPD Resun sepakat menutup sementara tempat wisata air terjun Resun untuk umum.

"Air terjun Resun kita tutup sementara. Karena masih dalam suasana duka,"ujarnya Senin (8/6).

Rusli, menjelaskan pengawasan terhadap tempat wisata Air Terjun Resun masih di bawah Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lingga.

Namun, semenjak adanya pengurangan Tenaga Harian Lepas (THL) penjagaan dan pengawasan untuk air terjun Resun tidak ada.

Bukan hanya penjagaan dan pengawasan, tetapi juga penjualan tiket untuk para wisatawan saat ini tidak ada.

"Jadi untuk penjualan tiket, kita perbantukan dari desa,"kata Rusli.

Untuk air terjun Resun, Rusli menjelaskan,peristiwa adanya meninggal di tempat tersebut adalah baru pertama kali, semenjak air terjun resun dibuka untuk umum.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help