Citizen Journalism

Soerya Beri Masukan Pembangunan Kemaritiman

Sejak Indonesia merdeka, pendiri bangsa ini konsisten dan presisi dalam memandang pentingnya kemaritiman bagi Bangsa Indonesia

Soerya Beri Masukan Pembangunan Kemaritiman
Istimewa
Soerya Respationo 
CITIZEN JOURNALISM: HUMAS PEMPROV KEPRI
Sejak Indonesia merdeka, pendiri bangsa ini konsisten dan presisi dalam memandang pentingnya kemaritiman bagi Bangsa Indonesia.  
Saat itu, Soekarno memimpikan Indonesia memiliki armada niaga yang tangguh, armada militer yang kuat, menjadi bangsa pelaut yang kesibukannya menandingi irama gelombang lautan itu sendiri.
Namun cita-cita itu seakan lari dari kenyataan. Meskipun Indonesia wilayahnya 81 persen lautan, namun pembangunan justru mengarah kedaratan. 
Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo mengatakan bahwa di Kepri, paradigma itu mulai berubah. Jika selama ini masyarakatnya memunggungi lautan, maka saat ini mulai menghadap kelautan.
“Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya,bangsa pelaut dalam arti yang seluas-luasnya. Bukan sekedar menjadi jongos-jongos di kapal. Tetapi bangsa pelaut dalam arti cakrawati samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri” kata Soerya mengutip pidato Soekarno saat menjadi panelis di seminar nasional maritim 2015 yang diselanggarakan Universitas Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (15/6/2015).
Tantangan dan peluang Provinsi Kepri sendiri dalam era poros maritim dunia cukup besar. Dengan luas wilayah 96 persennya lautan dan memiliki 19 pulau terluar dari 92 pulau terluar di seluruh Indonesia, Soerya yakin Kepri akan menjadi penopang utama bagi Indonesia
“Sejarah membuktikan bahwa sejak 1500 tahun lalu, jalur samudera dunia melewati selat malaka. Dan hingga saat ini, jalur itu masih menjadi urat nadi dunia. Kepri sangat diuntungkan dari posisi itu,” kata Soerya lagi.
Indonesia saat ini telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 program tol laut dan akan dicanangkan menjadi bagian penting maritime dunia. Khusus Kepri, khususnya Batam, akan dibangun infrastruktur pelabuhan pelabuhan kelas dunia.
Tak melulu soal infrastruktur, Pemprov Kepri juga terus menggenjot SDM nya untuk meningkatkan kemampuan. Salah satunya dengan mendorong sekaligus membantu sepenuhnya perguruan tinggi maupun poltekmenciptakan SDM yang handal, profesional dan kompeten yang mencintai lautan, dengan membuka program studi yang berbasis kelautan.
Sementara itu, Pakar kelautan Prof. Dr,Son Diamar, MSc mengatakan bahwa pendekatan kemaritiman yang diterapkan oleh pemerintah perlu diperbaiki. 
“Sebenarnya, jika kita konsenstrasi kepada maritim, pasti Indonesia akan berkembang menjadi Negara yang hebat,” kata Diamar.
Pemprov Kepri, dimatanya cukup berhasil untuk menata lautan. Sehingga perlu dijadikan contoh bagi provinsi-provinsi kelautan lainnya. 
“Atas dasar itu, saya berharap Pemda dapat mencontoh Kepri yang memberikan konsen kelautan,” papar Son.
Seminar ini sendiri bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat. Nantinya rekomendasi itu dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan. (*)
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved