Presiden Jokowi Kunjungi Batam

Khofifah Kagumi Ponpes Al Fateh Batam

"Kita senang adanya Pompes yang konsisten membantu permasalahan sosial. Konsep yang diterapkan di pompes ini sangat sesuai dengan program Kementrian

Khofifah Kagumi Ponpes Al Fateh Batam
Tribun Batam/Argianto
Menteri sosial, Khofifah Indra parawangsa bersalaman dengan penderita gangguan jiwa yang sedang menjalani perawatan di Pondok Pesantren Al Fateh, Minggu (21/6/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Wahib wafa

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Pasca-mengecek beras di Gudang Bulog, Batuampar, Batam, Provinsi Kepri, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri berkunjung ke Pondok pesantren ( Ponpes) Al Fateh di Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam

Begitu tiba, Khofifah bersama rombongan disambut oleh puluhan santri dan pengurus Ponpes Al Fateh. Selain mengajarkan pendidikan agama, ponpes ini juga mengobati pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Kofifah Indar Parawansa mengaku senang adanya pompes tersebut. Menurutnya, konsistensi pengurus untuk terus bergerak secara sosial, dengan berbagai programnya sangat berperan penting untuk menjawab permasalahan sosial ditengah masyarakat Batam yang begitu kompleks.

"Kita senang adanya Pompes yang konsisten membantu permasalahan sosial. Konsep yang diterapkan di pompes ini sangat sesuai dengan program Kementrian sosial," ujar Khofifah Indar Parawansa, Minggu (21/6/2015).

Menurutnya, dengan program pengobatan ini terbilang tidaklah mudah. Ia mengatakan, bahwa ponpes Al Fateh merupakan salah satu yayasan yang komitmen untuk melayani.

Sementara itu, Abi Sulaiman, Ketua Yayasan menyambut gembira kedatangan Menteri Sosial. Pihaknya pun mengatakan butuh sokongan dana untuk melanjutkan misi yang bertujuan menjadi yayasan sosial yang siap membantu permasalahan sosial di Batam. Dalam hal ini penanganan pasien sakit jiwa.

"Saya senang sekali Ibu Menteri mau tiba di Batam. Banyak yang saya ingin sampaikan kepada ibu. Semoga kehadiran Ibu mampu menjadi motivasi kami dan santri disini," ujar Abi Sulaiman

Sebagaimana diketahui, Pondok pesantren ini memiliki santri sebanyak 32 orang. Sedangkan pasien yang mengalami gangguan jiwa terdapat 65 orang.

"Tolong didata semua siapa penerima KIP dan KIS. Tolong juga kepada Pak Kepala Dinas untuk membantunya. Nanti kita masukan sebagai nama-nama penerima KIP dan KIS," kata Khofifah. (*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help