Biasanya Cair Juni, Tahun Ini Insentif Guru dari Pemprov Kepri Belum Ada

Sejumlah guru mengeluhkan belum keluarnya insentif dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Biasanya Cair Juni, Tahun Ini Insentif Guru dari Pemprov Kepri Belum Ada
Tribunnews.com
Ilustrasi guru sedang mengajar 

Laporan Tribunnews Batam, MM Ikhwan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Sejumlah guru mengeluhkan belum keluarnya insentif dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya insentif sudah diterima guru pada bulan Juni.

"Biasanya sudah cair. Ini tidak cair-cair sampai sekarang sudah masuk bulan Agustus. Dengar-dengar si sudah ditandatangani Pak Sani. Kita sangat berharap awal bulan ini cair," keluh seorang guru honorer di Tanjungpinang yang meminta namanya tidak sebutkan, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya insentif untuk guru honorer, guru tidak tetap, guru yayasan dan Taman Pendidikan Al-Quran se Provinsi Kepri tersebut biasanya diterima dua kali dalam setahun.

Pencairan dilakukan dipertengahan tahun dan akhir tahun. Satu kali pencairan mereka menerima insentif sebesar 1,5 juta via transfer dari rekening Bank Syariah Mandiri.

"Masuk satu juta limaratus, tapi bisa diambilnya cuma 1 juta empat ratus," tambahnya.

Terlambatnya pembayaran insentif guru dari Pemprov Kepri diakui oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepri HZ Dadang AG, murni dikarenakan proses pencairan di Pemprov Kepri yang belum jelas.

“Dari pihak Bank BSM dalam hal ini mengklarifikasi kepada saya agar menyampaikan kepada para guru bahwa keterlambatan insentif dari provinsi tersebut bukan kesalahan pihak bank. Melainkan, murni dari proses yang sedang berlangsung di pemprov,” kata Dadang, Jumat (31/7).

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang ini menjelaskan pihaknya akan mencari tahu dan kemudian mencari solusinya terkait terlambatnya pembayaran insentif para guru tersebut.

“Sehingga PGRI ini dijadikan organisasi yang bermanfaat bagi anggotanya dan anggota juga merasa memiliki organisasi ini guna memperjuangkan hak guru,” katanya.

Dadang mengatakan salah satu upaya yang telah dilakukan pihaknya yaitu telah melayangkan surat untuk dilakukan dialog bersama Dinas Pendidikan Pemprov Kepri.

Dia berharap pihak Pemrov bisa segera menindaklanjutinya.

Dia juga mengaku belum mengetahui kenapa insentif terlambat dicairkan.

“Sampai saat ini saya dan para guru belum mengetahui apa kendala permasalahannya. Untuk itulah perlu diadakan audiensi,” katanya.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved