Lahan Transmigrasi di Lingga Kok di Akui Milik Perusahaan?

Tanah itukan awalnya lahan transmigrasi. Setelah masuk perusahaan, surat tanah kami di mintai sama pejabat kecamatan untuk digunakan sebagai lahan saw

Lahan Transmigrasi di Lingga Kok di Akui Milik Perusahaan?
Istimewa
Ilustrasi perkebunan sawit

Laporan Tribun Batam, Ian Sitanggang

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA - Warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Lingga belum juga mendapatkan kepastian terkait sertifikat tanah mereka.

Lahan seluas 1000 Hektar milik warga transimigrasi sejak tahun 2005 tersebut, digunakan oleh Pemerintah setempat yang bekerjasama dengan perusahaan sebagai lahan perkebunan sawit. Namun tidak bermanfaat banyak untuk masyarakat.

Bahkan beberapa kali warga pertanyakan ke pemerintah setempat, namun belum juga ada jawaban.

Menurut Iin, seorang warga Linau, awalnya lahan yang ditinggali warga merupakan tanah transmigrasi. Dan masing-masing kepala kepluarga mendapatkan tiga sertifikat tanah.

"Masing-masing warga dapat jatah 2,5 Hektar. Tanah itukan awalnya lahan transmigrasi. Setelah masuk perusahaan, surat tanah kami di mintai sama pejabat kecamatan untuk digunakan sebagai lahan sawit," ungkap Iin, Minggu (2/8/2015).

Ia mengatakan sedikitnya, di desa Linau terdapat 400 kepala keluarga (KK). Masing-masing warga memiliki 2,5 Hektar lahan yang diserahkan kepada perusahaan untuk ditanami sawit.

"Sawitnya sudah ditanam banyak. Ada yang sudah berbuah. Tapi kami warga tidak dapat memanfaatkannya ataupun bekerja. Mau jual kemana sawit-sawit itu. Biarpun ditanam di lahan kami, tapi perusahaan yang punya," tutur Iin.

Sebagai warga, Iin mengatakan, beberapa kali warga terus mendesak dikembalikannya sertifikat tanah yang diprediksi luasnya mencapai 1.000 Hektar tersebut. Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan baik dari perusahaan maupun pemerintah daerah.

Sampai berita ini ditulis, baik pihak perusahaan maupun pejabat pemerintah belum dapat dikonfirmasi.(*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help