Dua Guru Honorer Ini Pertanyakaan Dana Intensif yang Belum Cair

Mereka mengaku heran mengapa pencairan dana tersebut begitu molor bahkan sampai lebih dari sebulan.

Dua Guru Honorer Ini Pertanyakaan Dana Intensif yang Belum Cair
Tribunnews.com
Ilustrasi guru sedang mengajar 

Laporan Tribun Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Sabarullah dan Kristina, guru honorer di Sekolah Dasar (SD) 013 Tanjung Batu Karimun, hanya bisa mengeluhkan keterlambatan pencairan dana insentif guru.

Mereka mengaku heran mengapa pencairan dana tersebut begitu molor bahkan sampai lebih dari sebulan.

Sabarullah sendiri, hendak menanyakan langsung hal ini kepada Gubernur Kepri HM Sani yang berkunjung ke Tanjung Batu, Senin (3/8/2015) lalu.

Namun, dia malu dan takut kalau keberaniannya ini justru membawa masalah baru bagi dirinya dan pekerjaannya.

"Saya mau tanya pada Pak Gubernur, bagaimana kejelasan dari pencairan dana insentif kami. Tapi saya takut," ungkap Sabarullah kepada Tribun Batam.

Saat itu, Sabarullah datang dengan rekan seprofesinya, Kristina. Keduanya memang hanya ingin mencari tahu kepastian mengenai pencairan dana insentif yang begitu dinantikan oleh setiap guru honorer tersebut.

"Kami pikir Pak Gubernur sedikit menyinggung dana insentif. Tapi ternyata tidak sama sekali," kata Sabarullah lagi.

Menurut Sabarullah, dana insentif yang diterimanya sebesar Rp 800 ribu. Jumlah tersebut diterima juga oleh Kristina. Mereka biasa menerima dana tersebut setelah satu semester atau enam bulan bekerja.

"Dananya sebesar Rp 800 ribu. Tapi kami terima setiap enam bulan sekali," ujar Kristina.

"Gaji guru honorer di pulau-pulau tidak besar. Gaji kami sebesar Rp 800 ribu sebulan. Karena itu, kami mengharapkan ada tambahan uang dari dana insentif itu," sambung Sabarullah lagi.

Selain Sabarullah dan Kristina dari SD 013 Tanjung Batu, ada sekitar 7.000-an guru honorer lain di seluruh pelosok Kepri pun mengalami nasib yang sama. Para guru ini mengabdi di SD, SMP dan SMA baik sekolah swasta maupun sekolah negeri. (*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved