Imigrasi Masih Lakukan Pemeriksaan 12 WNA Diduga Lakukan Cyber Crime

Pemeriksaan terhadap delapan warga negara Tiongkok dan empat warga Taiwan itu juga telah dilakukan oleh pihak Keimigrasian pusat yang datang ke Batam.

Imigrasi Masih Lakukan Pemeriksaan 12 WNA Diduga Lakukan Cyber Crime
tribunnews batam/elhadif
Sebanyak 12WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang ditangkap di perumahan Duta Mas blok A 24 No. 6, Batamcenter pada Rabu (29/7/2015) masih diamankan di kantor imigrasi Kelas I Batam, Jumat (31/7/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Lebih sudah berlalu, pasca-ditangkapnya 12 warga negara asing (WNA) di perumahan mewah Duta Mas, Batam Centre. Hingga kini petugas dari Imigrasi Batam, masih melakukan penyelidikan.

"Tidak ada yang stres dan jangan sampai ada yang stres lah," ujar Kepala Bidang Wasdakim kantor Imigrasi kelas I Batam, Rafli saat dihubungi pewarta, Kamis (6/8/2015).

Pemeriksaan terhadap delapan warga negara Tiongkok dan empat warga Taiwan itu juga telah dilakukan oleh pihak Keimigrasian pusat yang datang ke Batam.

"Kita koordinasi dengan pusat. Dan orang pusat juga telah datang," kata Rafli.

Dilanjutkan Rafli, saat ini pihak imigrasi sama sekali belum berkoordinasi dengan Interpol dari kedua negara. Pasalnya, meski ke 12 WNA ini diduga termasuk ke dalam jaringan tindak cybercrime, namun semua itu belum terbukti.

"Kita belum berkoordinasi dengan Interpol. Karena penemuan yang sekarang tidak seperti sebelumnya (Palm Spring dan Crown Hill). Sebelumnya Ada 6 orang yang merupakan buronan negaranya," terang Rafli.

Untuk hasil pemeriksaan sementara, ke 12 WNA telah melanggar Undang-Undang keimigrasian.
Karena saat ditangkap petugas hanya menemukan dua buah paspor saja.

Sanksi yang akan diberikan atas pelanggaran tersebut adalah deportasi dan di blacklist (tidak diperbolehkan masuk wilayah Indonesia).(*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help