Sempat Ditutup Sebulan, Air Terjun Resun Lingga Kini Dibuka untuk Umum Lagi

Sempat ditutup sebulan yang lalu, kini objek wisata air terjun Resun, Desa Resun Kecamatan Lingga Utara, dibuka kembali untuk umum.

Sempat Ditutup Sebulan, Air Terjun Resun Lingga Kini Dibuka untuk Umum Lagi
tribunnews batam/ian sitanggang
Air Terjun Resun di Lingga 

Laporan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang

TR‎IBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA – Sempat ditutup sebulan yang lalu, kini objek wisata air terjun Resun, Desa Resun Kecamatan Lingga Utara, dibuka kembali untuk umum.

Objek wisata pemandian dengan tawaran alam yang masih asri dan alami, gemuruh air terjun yang mengalir bersih dan jernih ditambah pula hijaunya hutan serta pepohonan rindang membuat objek wisata ini tak pernah sepi oleh pengunjung.

Akses ke lokasipun sangat mudah. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat langsung menuju ke lokasi air terjun.

Jika bergerak dari Daik, ibukota Kabupaten Lingga, untuk sampai ke lokasi, waktu tempuh lebih kurang 20 sampai 25 menit.

"Air Terjun nya sudah kita buka lagi," kata Rusli, ketua BPD desa Resun, sekaligus ketua peningkatan tempat wisata  Desa Resun, kepada Bintan News, Jumat (14/8/2015).

Untuk dapat masuk ke lokasi, di depan gerbang masuk, masing-masing pengunjung wajib membayar retrebusi terlebih dahulu.

Untuk orang dewasa dikenakan tarif Rp 3.000. Sedangkan bagi anak-anak hanya Rp 1500 perorang.

"Kalau masalah Tarif seperti biasa, sesuai dengan peratusan bupati untuk objek wisata di Lingga," jelas Rusli.

Air terjun dari  gerbang kurang lebih satu kilometer, menaiki bukit, namun para wisatawan tidak perlu kwatir karena jalannya sudah diaspal, para wisatawan bisa menggunakan roda dua maupun roda empat.

Namun, meski objek wisata yang sempat ditutup beberapa bulan lalu itu karena adanya siswa SD meninggal saat berenang.

Saat ini meski dibuka namun penjagaan masih belum maksimal, karena Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Lingga, yang menjadi penanggung jawab objek wisata tersebut merumahkan Tenaga Harian Lepas (THL) yang berjaga dilokasi.

Oleh sebab itu Rusli menambahkan agar pengunjung yang datang tetap berhati-hati.

Terlebih bagi anak-anak agar tetap dapat pengawasan dan pendampingan orang tua.

"Tetap hati-hati dan tetap memberi pengawasan kepada anak-anak. Memang kita di desa belum dapat berbuat banyak untuk menambah tenaga pengawasan dan keamanan di objek wisata ini," paparnya.

Sejak mulai dibuka kembali akhir bulan Juli lalu, kunjungan wisata ke Air terjun Resun, sudah kembali normal.

"Kita harapkan, kecelakan yang pernah terjadi yang membuat salah seorang anak SD mati lemas saat berenang, tidak terulang kembali. Agar objek wisata air terjun resun yang kerap menjadi tujuan saat hari libur baik oleh warga lokal maupun wisatawan asing tetap merasa nyaman saat berkunjung kesana," tutup Rusli.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help