Dapat Dana Besar untuk Pembangunan, Kades di Karimun Justru Khawatir

Peningkatan anggaran desa yang dikucurkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat, membuat gusar kepala desa.

Dapat Dana Besar untuk Pembangunan, Kades di Karimun Justru Khawatir
tribunnews batam/ian sitanggang
Ilustrasi 

“Kalau khawatir bukan Kades saja, kita juga khawatir,”aku Hurnaini.

Hanya saja, tambah Hurnaini, kekhawatiran terjadi kesalahpengunaan dana desa tersebut, pemerintah diperkirakan akan menjalankan kebijakan menempatkan tenaga pendamping untuk guliran dana tersebut.

Selain itu, tentunya setiap tahun aparat desa juga sudah sering dilatih, melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang dianggap sudah mulai siap melaksanakan program dana desa tersebut.

“Tahun depan akan ada kemungkinan dianggarkan untuk biaya pendamping. Rencananya kita akan memberdayakan lagi orang-orang di program PNPM. Di situ ada BKM (badan keswadayaan masyarakat) yang akan diberdayakan untuk ikut melaksanakan program ini. Lagi pula aparat desa juga sering ikut bimtek-bimtek yang kita rasa sudah faham dan mengerti,” ujar Hurnaini.

Sementara itu, rincian untuk dana desa tahun ini yang sebesar Rp 12 miliar itu 80 persennya akan dibagi merata kepada 42 desa, dan sisanya 20 persen lagi disesuaikan dengan kondisi desa. Seperti jumlah penduduk dan letak geografisnya.

“Nah, kalau dana Rp 15 miliar yang dari APBD itu sebesar 90 persennya juga dibagi rata untuk 42 desa, dan sisanya untuk operasional aparat desa,”papar Hurnaini.

Tahun ini, jelas Hurnaini, rata-rata setiap desa telah mendapatkan anggaran antara Rp 600 sampai Rp 700 juta.

Tahun depan, tambahnya, jika tidak ada perubahan pada APBD Karimun 2016, maka setiap desa diperkirakan akan mendapatkan sedikitnya Rp 1 miliar.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help