Citizen Journalism

Si Kembar 17 Agustusan di KBRI Pyongyang

“Si kembar adalah kado yang paling istimewa dalam keluarga kami karena tanggal yang bersejarah itu.

Si Kembar 17 Agustusan di KBRI Pyongyang
Istimewa/ Putut Prabantoro
Kelvin Ananditya Sutejo dan Kevin Ananda Sutejo – si kembar yang hadir dalam perayaan HUT Ke-70 di KBRI di Pyongyang, Korea Utara, Senin (17/8). 

Catatan Perjalanan Teguh Santosa dan AM Putut Prabantoro dari Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Korea Utara (PPIK) mengunjungi Pyongyang, Korea Utara untuk menghadiri Konferensi Asia Pasifik Reunifikasi Damai Korea dan perayaan ulang tahun ke-70 Hari Pembebasan Korea.

Dari kunjungan itu, ada beberapa cerita ringan yang dikumpulkan Putut Prabantoro, yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).

--

Sementara tamu istimewa kedua adalah si kembar Kelvin Ananditya Sutejo dan Kevin Ananda Sutejo (3).

Keduanya adalah putera kembar dari pasangan Arjunaa Dasdondog yang asli Mongolia dan Sutejo, warga Indonesia yang merupakan staf KBRI.

Selain si kembar, pasangan ini diberi puteri sulung bernama Putrimolia Sutejo (11) yang juga hadir dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI ke -70 di KBRI Pyongyang.

Memang tidak mudah membedakan Ananda dan Ananditya karena selain sangat mirip keduanya, si kembar itu juga mengenakan baju yang kembar.

Menurut penuturan Arjunaa, perkenalannya dengan Sutejo terjadi pada tahun 200 ketika pertama kali mereka bertemu di Pyongyang.

Ketertarikan satu sama lain dan sama-sama warga asing di Korea Utara membuat mereka saling mendukung. Dengan segala kesulitan hambatan komunikasi akhirnya mereka menikah pada tahun 2003 setelah dua tahun pacaran.

Menurut Arjunaa yang berasal dari Ulan Bator, Mongolia ini, untunglah ada bahasa Inggris yang mempermudahkan mereka berkomunikasi satu sama lain.

Pacarapun menjadi lebih mudah dilalui dengan bahasa Inggris. Namun dengan berjalannya waktu, Arjunaa belajar bahasa Indonesia dan akhirnya menjadi bahasa pertama dalam keluarga. Bahkan Anada dan Ananditya juga fasih berbahasa Indonesia.

Keistimewaan si kembar adalah keduanya lahir pada tanggal 17 Agustus 2012. Dan, ulang tahun ke-70 di KBRI Pyongyang itu juga sekaligus merayakan ultah ke-3 si kembar.

“Si kembar adalah kado yang paling istimewa dalam keluarga kami karena tanggal yang bersejarah itu. Tentu tanggal itu memiliki arti penting bagi hidup si kembar di masa depan khususnya terkait dengan Indonesia,” ujar Arjunaa.

Apakah ada tanda-tanda sebelum kelahiran si kembar itu ? “Sudah pasti. Saya ngidam makanan Mongolia dan Indonesia dalam waktu yang berbeda secara tegas. Pada saat “ngidam” bulan pertama, saya ingin makan masakan Mongolia apapun jenisnya.

Lalu pada “ngidam” bulan kedua, saya tidak ingin makan makanan Mongolia tetapi makanan Indonesia. Saya tidak tahu bahwa kemudian lahir anak kembar,” cerita Arjunaa.

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved