Rupiah Terpuruk, Tempe dan Tahu Terancam

Rupiah Terpuruk, Pengusaha Tahu dan Tempe di Bintan Gelisah

Rupiah Terpuruk, Tempe dan Tahu Terancam
Tribun Batam/ Eko Setiawan
Produksi pengolahan tempe dan tahu di Bintan 
Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bintan yang bergerak dibidang pembuatan tahu dan tempe, mengaku sangat was-was dengan terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika. 
Walaupun sampai sekrang belum ada tanda-tanda kenaikan harga, namun jika kondisinya seperti ini akan membuat para pengusha kelabakan untuk membeli bahan dasar tahu dan tempe yakni kacang kedelai. 
Amui, salah satu pengusha dikawasan Kijang menuturkan, hingga kini, harga kedelai masih stabil. 
Yakni berkisar Rp 361 ribu per 50 Kilogramnya. Pada tahun 2013 lalu, kedelai sampai pada kisaran harga Rp 450 ribu per Kilogram.
"Kalau terus seperti ini, akan berdampak pada kita. Memang sekarang masih wajar, takutnya nanti kalau harga Dolar melebihi Rp 14 ribu, pasti harga kacang kedelai juga bakal naik," sebut Ahui, Minggu (30/8/2015) siang. 
Tahu dan tempe merupakan salah satu makanan yang sangat banyak peminat di Indonesia. 
Oleh karena itu, jika nantinya kekawatiran para pengusaha ini terjadi, salah satu makan favorit di Indonesia ini akan terancam. (*)
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help