Dua Oknum Satpol PP diduga Terlibat Pencurian Raskin

Dirumahnya cuma ditemukan tiga karung beras. Berasnya sudah dijual kepada ibu-ibu di Baloi,"

Dua Oknum Satpol PP diduga Terlibat Pencurian Raskin
tribunnews batam/elhadif
Lurah Batu Selicin, Joko Santoso, menunjukan plafon yang dibobol maling, Kamis (3/9/2015). 
LaporanTribunnews Batam, Elhadif Wafa
TRIBUNEWSBATAM.COM, BATAM - Aksi pencuri beras miskin (Raskin) digudang Kelurahan Batu Selicin Batam, akhirnya terungkap, setelah Polsek Lubuk Baja membekuk Ibnu Saputra (20) pada Kamis (4/9/2015) malam.
Pemuda yang dibekuk di rumahnya di pemukiman liar, Baloi Persero ini tak sendiri, diduga dua oknum anggota Satpol PP Batam yang tinggal serumah dengannya juga terlibat dalam pencurian ini.
Namun sayang, saat penangkapan, polisi hanya menemukan barang bukti beberapa lembar karung beras raskin dalam kondisi kosong. Beras hasil curian sebanyak 300 kilogram sudah dijual di sekitar tempat tinggalnya.
"Dirumahnya cuma ditemukan tiga karung beras. Berasnya sudah dijual kepada ibu-ibu di Baloi," kata Kapolsek Lubukbaja Kompol, I Dewa Nyoman ASN, Jumat (4/9/2015).
Nyoman juga mengatakan, pada malam kejadian, pelaku tidak hanya membongkar Kantor Lurah, tetapi juga membobol bengkel dan membaw 60 knalpot di bengkel tersebut.
Pemilik bengkel knalpot bernama Bowo yang ikut pada saat penangkapan tersangka mengatakan, awalnya dia mendapat informasi dari seorang kawannya di kawasan Bengkong yang mencurigai pelaku. 
"Pelaku mau menjual knalpot di tempat teman saya di Bengkong. Kawan saya itu curiga dan menanyakan kepada saya. Saat saya ke sana, ternyata memang knalpot milik saya," kata Bowo.
Bowo juga mengatakan bahwa ada dua orang anggota Satpol PP Kota Batam yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. 
"Pencurinya bertiga, ada dua anggota Satpol PP. Katanya  mereka tinggal serumah," terang Bowo lagi.
Lurah Batu Selicin, Joko Santoso juga sudah mendapat informasi bahwa dua dari tiga orang pelaku adalah oknum anggota Satpol PP Kota Batam. "Katanya satu sudah ditangkap. Dua orang anggota Satpol PP," kata Joko. 
Namun, Kapolsek Lubuk Baja justru mengeluarkan pernyataan berbeda. Ia mengatakan bahwa Ibnu beraksi sendiri. Pada dinihari ia masuk ke dalam gudang penyimpanan raskin melalui jendela. 
Setelah mendapatkan jarahannya, Ibnu mengangkut beras tersebut menggunakan sepeda motor. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kantor Kelurahan Batu Selicin dua kali kebobolan dalam selang dua hari. Pertama pada Hari Senin (31/8), pencuri menyikat beras miskin (Raskin) yang akan dibagikan pada warga yang tidak mampu.
Pencuri mengangkut sebanyak enam karung raskin yang masing-masing berisi 50 kilogram dari gudang di sebelah kantor lurah. Pencuri masuk dengan cara membuka kaca nako jendela samping gudang. 
Dugaan itu muncul setelah kaca tersebut terbuka serta ditambah banyaknya ditemukan jejak tangan di sekitar jendela. 
Dua hari kemudian, Rabu (2/9) malam, pencuri kembali beraksi. Kali ini pelaku masuk dengan cara membobol gembok depan pintu. Dua set komputer inventaris kelurahan disikat pelaku.  
Pelaku kemudian masuk ke dalam ruangan lurah dengan cara menjebol plafon dan mengobrak-abrik isi ruangan.  Pelaku juga meninggalkan pesan di secarik kertas yang berbunyi "MINTA MAAF, YA, SAYA AMBIL BARANG2 IBU-BAPAK". 
Setelah itu, pelaku membobol bengkel knalpot dan menggondol 60 knalpot. Pelaku masuk dengan cara membobol dinding belakang bengkel. Dugaan bahwa pelakunya sama akhirnya memang terbukti. (*)
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help