Guru SLB Ini Diduga Cabuli Siswi Tunanetra di Hotel

Guru lelaki itu diduga melakukan pencabulan hingga beberapa kali dan diduga korbannya tidak hanya satu siswi.

Guru SLB Ini Diduga Cabuli Siswi Tunanetra di Hotel
IStimews
Ilustrasi Tuna Netra 
Laporan Tribunnews Batam, Mhd Munirul Ikhwan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjungpinang di Senggarang berinisial S, diduga melakukan pencabulan terhadap siswinya. 
Guru lelaki itu diduga melakukan pencabulan hingga beberapa kali dan diduga korbannya tidak hanya satu siswi.
Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Ery Syahrial mengatakan, korban pencabulan S itu diantaranta adalah siswi tunanetra SLB yang masih duduk di jenjang menengah pertama. Sebut saja Kuntum (nama samaran-red).
Peristiwa tersebut dialami Kuntum pada Mei 2015 lalu. Saat itu, Kuntum mewakili sekolahnya untuk mengikuti olimpiade di Yogyakarta dan S mendampinginya. 
Di Yogjakarta mereka menginap di satu kamar hotel yang berisi empat. Yang terdiri dari dua siswa dan dua orang pembimbing. Di hotel inilah Kuntum diduga dicabuli S.
"Memang kejadiannya Mei, tapi baru terungkap sekarang. Siswinya pendiam, gak mau sekolah. Korban ketakutan, karena pelaku mengancam. Akhirnya korban mengakui kejadian kepada orang tuanya. Kemudian bibinya melapor ke KPPAID, Tanggal 9 September," katanya, Selasa (15/9/2015) malam.
Menurutnya, Kuntum sudah menjalani visum. Atas aduan tersebut, KPPAD membuat laporan ke Polres Tanjungpinang Hari Minggu lalu. 
Namun laporan tersebut tidak bisa ditingkatkan ke penyidikan karena Polres beralasan lokasi kejadiannya di Yogyakarta. 
"Jadi besok pagi kita akan langsung melapor ke Polda. Kita minta polisi melakukan pendalaman," katanya.
Menurutnya, korban S diduga tidak hanya Kuntum. Pasalnya Selasa (15/9/2015) sore, beberapa orang tua siswa juga melaporkan dugaan anaknya menjadi korban guru S ke KPPAID Kepri.(*)
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved