Janjikan Pompong, Kades Selayar Lingga Diduga Tipu Warga Ratusan Juta

NH, Kepala Desa Selayar, Lingga, diduga memperdaya warganya dengan mengiming-imingi warga mendapatkan bantuan kapal 3-5 GT dari DKP Provinsi.

Janjikan Pompong, Kades Selayar Lingga Diduga Tipu Warga Ratusan Juta
TRIBUNNEWSBATAM.COM/Ahmad Yani
Ilustrasi pompong warga 

Berikut adalah isi surat perjanjian tersebut.

"Saya telah menerima dana dari 18 anggota masyarakat untuk mengurus 18 (Delapan Belas) buah bantuan pompong yang telah saya janjikan bantuan dari Dinas Perikanan Provinsi. Dalam pengurusan ini saya minta dana sebesar Rp10 Juta satu orang, dan dana yang telah saya terima sebanyak Rp 140.700.000. Dan saya siap mengembalikan dana yang telah saya terima apabila pompong tersebut tidak ada diterima masyarakat sampai tanggal 10 Juni 2015. Dan apabila pada tanggal 20 Juni 2015 barang tersebut belum bisa diambil maka uang tersebut saya kembalikan sebanyak yang saya terima dan saya kembalikan kepada yang bersangkutan."

Ramli menambahkan, surat yang diberikan pelaku ditandatangani di atas materai, untuk meyakinkan nelayan.

Ramli menuturkan yang menjadi kejanggalan dalam perjanjian tersebut, adalah penerima uang atas nama ZR,dan ditandatangai oleh kepala Desa Selayar.

Sementara Basrah warga Desa Selayar yang juga ikut jadi korban, menuturkan mulanya dia bergabung mendapatkan bantuan karena dibujuk oleh temannya bernama Asnawi.

Dia dibujuk untuk memberikan uang sebesar Rp 8 juta pada ZR dan kepala desa karena dijanjikan dua minggu mendapatkan pompong dari DKP Kepri.

"Bukan hanya nelayan Selayar menjadi korban, tapi ada 17 orang lainnya juga ikut menjadi korban, dengan rincian warga Selayar 6 orang, 2 dari Kampung Sebilik, 2 dari Pasir Kuning Dabo Singkep, 3 dari Desa Penuba Timur, 1 dari Desa Bakong, sisanya ada beberapa tempat," ungkapnya.

Persoalan ini, kata Ramli dan Basrah telah dilaporkan ke Polsek Singkep Barat.

"Setiap ketemu kami, kepala desa selalu menghindar. Dan sampai sekarang uang kami belum kembali. Kalau korban yang lain, kita belum tahu apakah sudah dikembalikan,"terangnya.

Ditempat berbeda, ketua RW Desa Selayar, Ibrahim membenarkan adanya dugaan penipuan tersebut.

Sampai berita ini ditulis belum ada keterangan, dari kepala Desa Selayar, NH.

Ketika dihubungi melalui ponselnya, sedang tidak aktif. (*)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved