Pemilih yang sudah Meninggal Dunia di Karimun Masuk DPS

pemilih yang terindikasi ganda atau yang sudah meninggal dunia pun namun masih masuk dalam DPS juga banyak ditemukan.

Pemilih yang sudah Meninggal Dunia di Karimun Masuk DPS
Istimewa
Ilustrasi Pilkada di Kepri 

Laporan Tribunnews Batam, M Sarih

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Komisioner Panwaslu Kabupaten Karimun mengungkapkan, sebanyak 1.300 pemilih yang namanya tidak masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) dengan alasan datanya tak lengkap.

Ketidaklengkapan data itu, di antaranya tanpa ada nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK), sebagai salah satu syarat dari 13 syarat yang harus terpenuhi sebagai pemilih yang sah untuk Pilkada 2015 mendatang.

“Setelah kita lakukan penyisiran DPS di 12 kecamatan. Ada 1.300 pemilih yang masih kurang persyaratan, atau tidak lengkap datanya. Ada yang tidak melengkapi NIK ada juga tidak ada nomor KK,” jelas Tiuridah Silitongan, yang juga Ketua Divisi Pengawasan Panwaslu kabupaten Karimun, Selasa (15/9/2015).

Selain data yang tak lengkap dalam penyisiran itu, pemilih yang terindikasi ganda atau yang sudah meninggal dunia pun namun masih masuk dalam DPS juga banyak ditemukan.

Sesuai dengan Peraturan KPU nomor 2 tahun 2015 tentang tahapan perbaikan data pemilih, kata Tiuridah, maka pihaknya melakukan langkah proaktif.

Salah satunya dengan menyurati pihak KPU Karimun dengan nomor surat 078/PANWASKAB-KRM/IX/2015.

Dalam surat itu, temuan yang disampaikan Panwaslu itu isinya meminta agar KPU segera melengkapi data pemilih, sesuai dengan 13 item sesuai dengan UU nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dalam Pilkada serentak 2015.(*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help