Narkoba di Batam

Gara-Gara Sabu 0,5 Gr, Suami-Istri Dituntut 6 Tahun & Denda Rp 800 Juta

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Rustam bin Kamar dan terdakwa Yelvi selama 6 tahun kurungan penjara.

Gara-Gara Sabu 0,5 Gr, Suami-Istri Dituntut 6 Tahun & Denda Rp 800 Juta
Tribunnews Batam/hadi maulana
Ilustrasi barang bukti sabu-sabu. 

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Rustam bin Kamar dan terdakwa Yelvi selama 6 tahun kurungan penjara.

Tidak itu saja, pasangan suami istri yang menjadi terdakwa dalam perkara kepemilikan sabu seberat 0,5 gram itu, juga didenda sebesar Rp 800 juta dengan subsider 4 bulan kurungan penjara.

Jaksa Wawan Setiawan selaku JPU menyampaikan bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah memiliki narkotika jenis sabu.

“Kedua terdakwa terbukti memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,5 gram. Penuntut umum meminta majelis hakim untuk menghukum kedua terdakwa masing-masing 6 tahun kurungan penjara," ujar jaksa Wawan Setiawan membacakan tuntutan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Jumat (18/9/2015).

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang dipimpin Budiman Sitorus dan didampingi Alfian dan July Handayani ini, memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk mengajukan pembelaan.

Keduanya pun langsung menyampaikan secara lisan.

Dalam pembelaan itu kedua terdakwa mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

“Kami memohon diringankan hukuman kepada majelis hakim. Kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa,” ujar terdakwa Rustam.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa dikenakan pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan diancam hukuman minimum 5 tahun penjara dan maksimum penjara seumur hidup.

Keduanya ditangkap pada 8 Juli lalu karena kedapatan memiliki sabu seberat 0,5 gram. Sebelum ditangkap terdakwa sempat membuang barang bukti sabu yang disimpan di dalam dompetnya saat kedua terdakwa pergi menuju ke rumah Yos di rusun Mukakuning.

Sesampainya di depan kamar Yos, terdakwa Rustam langsung mengetuk pintu. Saat itu tiba-tiba datang dua anggota polisi dan terdakwa Yelvi Sri Anti langsung menjatuhakan dompetnya. Anggota polisi pun yang datang saat itu pun langsung menyuruh mengambil dompet yang dijatuhkan itu.

Kemudian dompet itu diperiksa dua anggota polisi tersebut dan ditemukan sabu yang dilipat didalam uang Rp 2000. Selanjutnya kedua terdakwa langsung dibawa ke Polresta Barelang. (*)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved