Jokowi Resmikan Pengoperasian Bor Bawah Tanah Proyek MRT di Jakarta

Presiden Joko Widodo pagi ini, Senin (21/9/2015), meresmikan pengoperasian perdana mesin bor bawah tanah 'Antareja' Proyek Mass Rapid Transit (MRT).

tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Presiden Joko Widodo dan rombongan memantau pengoperasian bor bawah tanah MRT, Senin (21/9/2015). 

TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo pagi ini, Senin (21/9/2015), meresmikan pengoperasian perdana mesin bor bawah tanah 'Antareja' Proyek Mass Rapid Transit (MRT) di bawah Patung Pemuda, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian mesin bor bawah tanah dengan menekan tuas, kemudian Presiden memantau langsung bor bawah tanah.

Jokowi ditemani oleh menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri PU dan Pera Basuki Hadimuldjono, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan Direktur Utama PT. MRT Dono Boestami.

Seperti dikutip dalam keterangannya, per 31 Agustus 2015, penyelesaian proyek MRT Jakarta koridor Selatan-Utara Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) secara keseluruhan telah mencapai 30 persen.

Rinciannya, pekerjaan proyek struktur layang sudah mencapai 18 persen dan struktur bawah tanah 43 persen. Secara umum, pekerjaan konstruksi yang tengah dilakukan saat ini antara lain pekerjaan pembuatan pondasi kolom jalur, dan stasiun layang, pekerjaan pembangunan boks stasiun bawah tanah, serta pekerjaan konstruksi depo MRT.

Bor Berdiameter 6,7 Meter

Sekadar informasi, mesin bor Antareja akan dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 dan 105 (Senayan-Setiabudi), yaitu SOW Joint Venture yang terdiri dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi.

Mesin bor ini menggunakan teknologi Earth Pressure Balance (EPB) pertama di Indonesia yang diproduksi perusahaan Jepang bernama Japan Tunnel Systems Corporation (JTSC).

Mesin bor yang dioperasikan ini punya diameter kurang lebih 6,7 meter, total panjang 43 meter dan bobotnya 323 ton, mulai dari bagian kepala (cutterhead) hingga bagian akhir (backup cars).

TBM ini akan mampu mengebor terowongan jalur bawah tanah MRT dengan kecepatan 8 meter per hari. Diperkirakan masa pengerjaan konstruksi jalur terowongan bawah tanah MRT dengan menggunakan mesin TBM ini akan berlangsung mulai September 2015-Desember 2016.

Mesin bor bawah tanah yang biasa disebut dengan Tunnel Boring Machine (TBM) pertama ini diberi nama Antareja dan nama ini merupakan pemberian Jokowi.

Diharapkan mesin bor ini akan bekerja setangguh tokoh Antareja, putera Bima, dalam tokoh pewayangan.

Mesin ini merupakan mesin pertama yang dioperasikan dari empat mesin yang akan beroperasi dalam pekerjaan konstruksi proyek MRT Jakarta.

Mesin bor pertama dan kedua telah berada di lokasi Patung Pemuda. Mesin bor pertama telah mulai beroperasi.

Sedangkan mesin bor yang kedua saat ini sedang dalam proses perakitan dan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. (*)

Sumber: Tribunnews
Tags
Jokowi
MRT
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved