Sssttt, Kejari Usut Dugaan Korupsi di BPR Karimun

Sebanyak tiga saksi sudah dimintai keterangan, mereka berasal dari pegawai Pemkab Karimun.

Sssttt, Kejari Usut Dugaan Korupsi di BPR Karimun
Tribunnews.com
Ilustrasi Korupsi 

Laporan Tribunnews Batam, M Sarih

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Karimun diam-diam mengusut kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karimun.

Bahkan tahap pengusutan sudah naik ke level penyidikan melalui surat perintah Kajari Tanjungbalai Karimun, SPRINT 01/N.10.12/Fd.1/9/2015 tertanggal 14 September 2015.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungbalai Karimun, Rizky Rahmatullah, mengatakan, pihaknya menduga PD BPR Karimun melakukan penyalahgunaan penyertaan modal dari Pemkab Karimun sebesar Rp 1,5 miliar dari jumlah total dana Rp 2,5 miliar.

Sebanyak tiga saksi sudah dimintai keterangan, mereka berasal dari pegawai Pemkab Karimun.

"Iya, bahkan sudah naik ke tahap penyidikan sejak 14 September kemarin. Dugaan sementara penyalahgunaan penyertaan modal Pemkab Karimun senilai Rp 1,5 miliar dari total dana Rp 2,5 miliar. Tiga saksi sudah kami mintai keterangan," ujar Rizky di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2015).

Hal senada diungkapkan Kepala Kejari Tanjungbalai Karimun, Rudi Margono. "Betul kita sedang menangani kasus dugaan korupsi di dua intansi berbeda, tapi sumber dananya sama yaitu dari uang negara melalui APBD Karimun. Dan sudah dipanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan dari kedua kasus tersebut,'' kata Rudi.

Selanjutnya Rizky mengatakan ada beberapa kemungkinan terjadi tindak pidana korupsi di PD BPR Karimun, salah satunya dengan adanya upaya manipulasi data.

Penerima kredit fiktif seolah-olah ada untuk kemudian dicairkan dana dalam jumlah bervariasi.

Selain itu, diduga juga adanya ketidakseimbangan antara nilai agunan kreditur lebih kecil dengan modal kredit yang dicairkan.

"Kreditur hanya butuh Rp 10 juta, malah tetap dicairkan Rp 100 juta. Untuk audit BPK belum ada, pelan-pelan lah. Insyallah bulan depan sudah kelar," katanya optimis. (*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help