Maskapai di Natuna Rugi Miliaran Rupiah Karena Kabut Asap

anajer Distrik Sriwijaya Air Natuna, Yati Tatik Erawani mengaku kerugian materi pihak maskapai pun diperkirakan hingga miliaran rupiah

Maskapai di Natuna Rugi Miliaran Rupiah Karena Kabut Asap
Tribun Batam/M Ikhsan
Kondisi kabut asap di Natuna 
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA - Maskapai penerbangan di Natuna menagku merugi besar oleh adanya kabut asap yang melanda sejak sepekan terakhir ini.
Akibatnya, aktivitas di Bandara Lanud Ranai pun sudah tujuh hari terakhir kosong dari hiruk pikuk calon penumpang.
Manajer Distrik Sriwijaya Air Natuna, Yati Tatik Erawani mengaku kerugian materi pihak maskapai pun diperkirakan hingga miliaran rupiah. 
Begitu juga secara marketing, perusahaan jasa penerbangan ini dirugikan karena ketidakpastian jadwal penerbangan.
"Dengan 5 kali gagal terbang saja sudah ada Rp 1 miliar kerugiannya jika dihitung full penumpang. Itu baru secara materi. Dari sisi marketing juga kita juga dirugikan, karena reservasi tiket menurun, tapi itu cukup dimaklumi," ujar Tatik, Selasa (29/9/2015).
Dalam kasus penundaan akibat kendala non teknis faktor cuaca ini, menurutnya pihak maskapai tidak ikut menanggung penginapan dan makan penumpang, karena hal ini akibat cuaca yang memang tidak bisa dipaksakan.
Pihak maskapai menurutnya kini menyiapkan pesawat berkapasitas 140 seats untuk menerbangi Natuna - Batam dan sebaliknya. 
Selama ini Sriwijaya menurut Tatik menggunakan pesawat dengan 118 seats.
Penumpukan penumpang tujuan Natuna yang tertahan di Batam pun kini terjadi, begitu juga yang tujuan Batam dari Natuna. Mereka masih menunggu cuaca berkabut asap ini membaik.
Diperkirakan akan ada lonjakan pemesanan tiket jika penerbangan kembali dibuka. Hal ini pun telah diantisipasi pihak maskapai.
"Antisipasi lonjakan penumpang, kita pesawat berkapasitas 140 seats. Tetapi sampai saat ini belum terlihat lonjakan. Hal itu cukup dimaklumi, karena masih ada keraguan dari penumpang terkait kepastian terbang. Kalau penumpang tidak tercapai ya kerugian bagi kita lagi, " jelasnya.
Tatik mengatakan, Sriwijaya Air sudah lima kali gagal terbang rute Natuna-Batam. Tetapi setelah tidak ada kepastian banyak yang akhirnya membatalkan penerbangan.(*)
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help