Pilwako Batam 2015

Tim Rialis Temukan Ada Penambahan dan Pengurangan Jumlah Pemilih

ak hanya itu, tim yang melakukan pemantauan pun menemukan bahwa tidak semua rumah warga yang mempunyai hak pilih ditempel stiker pemilih

Tim Rialis Temukan Ada Penambahan dan Pengurangan Jumlah Pemilih
Istimewa
Ilustrasi Pilkada di Kepri 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Tim kampanye Ria Saptarika dan Sulistyana (Rialis) menemukan banyaknya penambahan dan pengurangan jumlah pemilih.

Erna, sekretaris tim kampanye Rialis mengatakan, dari 12 kecamatan, hanya satu kecamatan saja yang tidak ditemukan penambahan/pengurangan jumlah DPS.

"Dua hari lalu, kita sudah dapat informasi dari komisi pemilihan umum (KPU), bahwa di tingkat PPS/PPK sudah melaksanakan pleno daftar pemilih sementara (DPS). Sudah keluar dan bisa dilihat bersama secara online hasilnya. Melihat itu, kami dari tim kampanye sudah melaksanakan pantauan juga di lapangan. Hasil pantauan secara tertulis yang masuk ke sekretariat, ditemukan ada beberapa pengurangan maupun penambahan jumlah pemilih. Itu terjadi di hampir semua kecamatan. Hanya satu kecamatan yang tidak, itu di Nongsa," tutur Erna.

Tak hanya itu, tim yang melakukan pemantauan pun menemukan bahwa tidak semua rumah warga yang mempunyai hak pilih ditempel stiker pemilih.

Begitupun sebaliknya, masih banyak rumah warga yang ada ditempel stiker namun belum terdaftar di DPS.

"Masih banyak rumah warga yang belum ada stiker, padahal punya hak pilih, begitu juga dengan sebaliknya. Lalu ada juga nama yang ganda dan TPS ganda. Hampir semua kecamatan kecolongan rumahnya tidak ditempel stiker," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU Batam, Agus yang ditemui di kantor DPRD Batam mengatakan mengenai penambahan/pengurangan jumlah pemilih tersebut masih bisa disortir.

Ia menyatakan masih ada kesempatan untuk menghapus nama-nama pemilih yang ganda.

"Yah nanti itukan masih bisa disortir. Nanti akan kita sortir baru diplenokan. Yang ganda yah harus dihapus, kemarin sudah koordinasi dengan PPS, PPS dengan lurah-lurah sudah meminta data pemilih, termasuk yang meninggal," tutur Agus.

Sementara untuk stiker, menurutnya jika ada rumah yang belum distiker, maka artinya penghuni tidak memiliki ktp Batam.

"Kalau nggak dapat stiker, itu karena nggak ada ktp Batam. Tapi kalau misalnya ada namanya di DPS, tapi tidak ada stiker, kita pastikan akan dihapus," ujar Agus.(*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved