Hanya 1.400 Pekerja Kepri Miliki Sertifikasi Kompetensi

"Jumlahnya hanya sekitar 1.400 orang. Dan itu pun mayoritas bekerja di Batam,"

Hanya 1.400 Pekerja Kepri Miliki Sertifikasi Kompetensi
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi pekerja di Kepri 

Laporan Tribunnews Batam, Mhd Munirul Ikhwan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Sertifikasi kompetensi merupakan persyaratan mutlak yang harus dimiliki para pekerja di Indonesia khususnya Provinsi Kepri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Karena sertifikat tersebut merupakan bentuk pengakuan keahlian kerja yang dimiliki. Tanpa itu, sulit bagi pekerja untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan.

Hal ini disampikan oleh Parlindungan Sinurat, Ketua SPEE Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bintan saat menyampaikan materi dalam seminar bertema Kesiapan Kepri dalam Menangkap Peluang, Serta Strategi dalam Menghadapi Hambatan dan Tantangan MEA 2015 di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Jumat (16/10/2015).

Namun, ironisnya, jumlah pekerja di Provinsi Kepri yang memiliki sertifikat kompetensi tersebut masih sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah pekerja yang mencapai ratusan ribu.

"Jumlahnya hanya sekitar 1.400 orang. Dan itu pun mayoritas bekerja di Batam," katanya.

Parlin menjelaskan juga menjelaskan, MEA 2015 sebenarnya membuka peluang bagi pekerja Indonesia, terutama Kepri untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Karena para investor asing mendapat kemudahan untuk membuka usaha di ASEAN. Kondisi itu menjadi peluang yang besar bagi pekerja untuk mendapatkan pekerjaan. Namun tanpa modal sertifikat kompetensi sulit bagi pekerja untuk diterima bekerja di perusahaan asing. Meski pun pekerja memiliki pengalaman dalam bekerja.

"Bermodal sertifikasi kompetensi pekerja Indonesia dapat bekerja sesuai keahliannya di Singapura, Malaysia, Thailand maupun negara ASEAN lainnya. Tanpa sertifikasi kompetensi, pekerja jangan berharap diterima bekerja di negara tetangga," katanya di hadapan sekitar 400 peserta seminar yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UMRAH itu.

Menurutnya sertifikasi kompetensi pekerja diselenggarakan oleh lembaga yang dibentuk pemerintah. Para pekerja maupun calon pekerja dapat mendaftar sebagai peserta di lembaga tersebut untuk mendapatkan pelatihan.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved