Pencabulan Anak Marak di Pinang, Pelakunya dari Tuna Netra sampai Guru

Kasus pencabulan anak yang berusia di bawah 18 tahun mulai marak terjadi di Tanjungpinang.

Pencabulan Anak Marak di Pinang, Pelakunya dari Tuna Netra sampai Guru
tribunnews batam/thomm
Ekspos kasus pencabulan anak di Tanjungpinang dengan empat tersangka, Senin (19/10/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Kasus pencabulan anak yang berusia di bawah 18 tahun mulai marak terjadi di Tanjungpinang.

Dalam tempo sebulan, ada 4 tersangka kasus pencabulan yang ditangkap oleh Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang.

Kepala Polres (Kapolres) Tanjungpinang, AKBP Kristian Parluhutan Siagian dalam sebuah konferensi pers di Kantor Polres, Senin (19/10/2015) siang, mengatakan, keempat tersangka kasus pencabulan itu adalah para pria dewasa.

"Tersangka pertama adalah Ta, pria tuna netra yang mencabuli T (13) tetangganya sendiri di jalan Usman Harun pada Senin (21/9) sekitar pukul 14,30 WIB. Ta ini diduga mencabuli korban di rumahnya sendiri," jelas Kristian kepada awak media.

Ta melakukan aksi tersebut ketika korban menumpang toilet di rumahnya.

Ketika korban baru masuk ke toilet, Ta langsung mengunci toilet itu lalu mulai mencabuli korbanya.

"Ta akhirnya ditangkap warga yang sudah menaruh curiga. Dia lalu dibawa ke Kantor Polres Tanjungpinang," terang Kristian.

Kasus pencabulan lain dilakukan oleh Ma (27) terhadap P (14).

Pencabulan ini terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help