Sedihnya, Dua Hari si Ibu Bawa Bayi Meninggal dalam Kandungan

Saya baru tahu saat sedang cek kehamilan di RSUD Dabo Singkep sehari sebelum sampai ke sini

Sedihnya, Dua Hari si Ibu Bawa Bayi Meninggal dalam Kandungan
Istimewa
Ilustrasi Ibu Hamil 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, Thomm Limahekin, 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PINANG - Ketersediaan fasilitas pelayanan medis dan tenaga dokter yang memadai pada Rumah Sakit (RS) di hinterland membuat susah masyarakat.

Ini dialami Rm (31) seorang ibu muda yang hamil dari Desa Penuba Kecamatan Selayar Kabupaten Lingga.

Rm harus menjalani rujukan dari RSUD Lingga ke RSUD Tanjungpinang untuk operasi cesar.

Ironisnya, operasi tersebut dilakukan guna mengeluarkan bayi yang dipastikan sudah meninggal di RSUD Tanjungpinang.

"Saya tidak sadar kalau bayi yang ada dalam kandungan saya ini sudah meninggal. Saya baru tahu saat sedang cek kehamilan di RSUD Dabo Singkep sehari sebelum sampai ke sini,” kata Rm Selasa (27/10/2015). 

Rm dan suaminya Sp (33) menyeberang selama empat jam dari Dabo ke Tanjungpinang, pada Senin (26/10/2015).

Sp kemudian memilih merujuk istrinya ke RSUD Tanjungpinang. Rm kemudian dicek dan akhirnya menjalani operasi sehari setelahnya.

"Saya juga kecewa mengapa RSUD Dabo tidak bisa mengoperasi saya. Kami harus datang ke sini untuk menjalani operasi guna mengeluarkan anak kami yang sudah meninggal," jelas Rm. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Muhammad Sarih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help