Ini Solusi Bawaslu bagi Daerah Dilanda Kabut Asap saat Pilkada Serentak

Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia, dikhawatirkan bagi sebagian kalangan dinilai bisa ganggu pilkada.

Ini Solusi  Bawaslu bagi Daerah Dilanda Kabut Asap saat Pilkada Serentak
Tribun Batam/Argianto
kabut asap yang terjadi di Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia, dikhawatirkan bagi sebagian kalangan dinilai berpotensi mengganggu penyelenggaraan Pilkada serentak, yang rencananya diselenggarakan Desember nanti.

Namun Pimpinan Bawaslu, Nasrullah tidak menutup mata dan sadar betul akan ancaman dari masalah tersebut.

Dia membeberkan beberapa opsi atau pilihan untuk melancarkan pesta demokrasi di daerah yang dilanda kabut asap.

Salah satunya dengan merelokasi tempat pemungutan suara (TPS) lebih dekat ke pemilih.

Sehingga, pemilik suara tak perlu jauh-jauh mendatangi TPS.

"Lokasi TPS, bisa jadi tinggal dipindahkan saja yang bisa dijangkau masyarakat sekitarnya," kata Nasrullah di Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Masyarakat di daerah terpapar asap yang hendak memilih, tak perlu berjalan jauh dari rumah mereka. Sementara opsi kedua, Nasrullah memproyeksikan pemindahan pemilih ke lokasi yang dinilaai lebih aman.

Urgensinya, sebisa mungkin tidak ada penundaan dalam Pilkada serentak.

Pemindahan itu sejalan dengan sinyal pemerintah melakukan evakuasi korban asap ke daerah aman. Hal serupa juga pernah dilakukan saat pemilihan di Sinabung. Masyarakat dievakuasi dan dibaangun TPS darurat untuk memilih.

"Sinabung kan dulu begitu. itu dievakuasi, lalu mereka ditempatkan di titik tertentu," tegasnya.

Nasrullah sendiri memfokuskan pengawasan pada dua hal yang dianggapnya sangat krusial, yakni distribusi dan penghitungan suara.

Pasalnya kedua hal tersebut perlu mendapat perhatian lebih, mengingat jika tak ada surat suara maka tak bisa dilakukan pemilihan.

Sementara, penghitungan suara juga membutuhkan kondisi alam bersahabat. Pasalnya semua pihak menginginkan hasil penghitungan yang cepat dan akurat.

Asap dinilai bisa mengganggu penghitungan, ketika bencana itu menghalau pesawat untuk mengambil surat suara.

"Saya tidak bisa bayangkan kalau dalam distribusi itu asapnya luar biasa, pesawat tidak berani, tapi transportasi darat," imbuhnya. (*)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help