Pencuri Helm Nyaris diamuk Massa di Simpang Kuda

Akhirnya pelaku jadi bulan-bulanan warga dan pengendara yang kebetulan melintas

Pencuri Helm Nyaris diamuk Massa di Simpang Kuda
TRIBUN BATAM/IMAN SURYANTO
seorang pria menjadi korban amukan massa di ruas jalan antara simpang BNI menuju simpang Patung kuda Sei panas , Sabtu(31/10/2015) siang. Pria tersebut Diduga melakukan pencurian 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Diduga melakukan pencurian, seorang pria yang belum diketahui identitasnya menjadi korban amukan massa di ruas jalan antara simpang BNI menuju simpang Patung kuda Sei panasatau tidak jauh dari dealer mobil Hans, Sabtu(31/10/2015) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Batam, peristiwa tersebut bermula dari kecurigaan seorang pedagang tanaman yang melihat gelagat seorang pria yang saat itu mengemudikan honda Vario tengah berhenti disisi jalan.

"Awalnya dia berhenti dan seperti menelepon seseorang, namun sejurus kemudian dengan cepat dia mengambil helm milik pengendara lainnya yang sama-sama berhenti, karena didepan sepertinya ada razia lalulintas,"terang Mario, warga yang kebetulan melintas di tempat tersebut.

Namun aksi nekat pelaku dipergoki oleh pemilik helm dan langsung meluapkan emosinya dengan diawali cek cok mulut.

"Saat ketahuan, dia (pelaku) berdalih itu helm miliknya. Namun pemilik sebenarnya makin emosi. Akhirnya jadi bulan-bulanan warga dan pengendara yang kebetulan melintas," jelasnya lagi.

Beruntung saat itu, ada seorang anggota TNI berpakaian preman yang langsung menghentikan aksi tersebut dan mengamankan pelaku yang sudah dalam kondisi lebam dan berdarah dIbeberapa bagian wajahnya.

"Ngak tahu apa jadinya kalau petugas (TNI) itu tak datang. Mungkin sudah dibakar mungkin. Seperti di Jakarta," jelasnya lagi sambil berlalu pergi.

Beberapa menit kemudian, petugas kepolisian datang dan langsung membawa tersangka menggunakan motor.

"Hadeh, Beruntung kau tak dibakar massa.Ayo naik cepat," hardik petugas kepolisian tersebut sambil membawa pelaku menjauh dari kerumunan massa.

Penulis:
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved