Unik, Peserta Jambore Pemuda Indonesia Ramai-ramai Bacakan Gurindam 12

Pembacaan gurindam nusantara adalah pembacaan gurindam dua belas namun dibacakan oleh para pemuda utusan dari masing-masing provinsi.

Unik, Peserta Jambore Pemuda Indonesia Ramai-ramai Bacakan Gurindam 12
Tribun Batam
Penampilan tarian dari Kalimantan oleh peserta Jambore Pemuda Indonesia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Malam penutupan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) berlangsung meriah, Sabtu (31/10/2015) malam di Lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang.

Meskipun sempat diguyur hujan beberapa saat, namun tidak menyurutkan semangat ribuan warga dan peserta jambore untuk manyaksikan penutuapan acara tersebut.

Pada malam penutuapan tersebut, warga disuguhi hiburan penampilan group band lokal. Selain itu, acara tersebut juga diisi dengan penampilan tarian drama dari beberapa provinsi di Indonesia. Diantaranya dari Kalimantan Barat.

Provinsi ini, menampilan tarian yang mengisahkan tentang prosesi pengusiran makluk jahat yang mengganggu manusia.

Dengan menggunakan busana khas Kalimantan Barat, para penari yang terdiri dari perempuan dan lelaki tampil di panggung membawakan tarian. Suasana, mistik pun terlihat saat salah satu mereka melakukan prosesi pengusiran hantu.

Pada kesempatan itu, peserta juga membacakan gurindam nusantara.

Pembacaan gurindam nusantara adalah pembacaan gurindam dua belas namun dibacakan oleh para pemuda utusan dari masing-masing provinsi.

Inipun menarik perhatian penonton, karena banyak utusan provinsi yang tidak fasih melafalkan kosakata dan nada melayu dalam gurindam, sehingga membuat dan tamu undangan tersenyum.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Akhmad Pauji berharap agar acara JPI tersebut tetap dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.

"Saya mewakili kawan-kawan berharap agar JPI tetap dilaksanakan pada tahun-tahun yang akan datang. Selain itu juga, acara Bakti Pemuda antar Provinsi. Karena inilah yang kami nanti-nantikan," katanya.

Sementara itu, Samsul Bahrum Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kepri yang mewakili pejabat gubernur Kepri berharap kedatangan peserta JPI ke Tanjungpinang, Provinsi Kepri setidaknya menjadi stimulus perbaikan ekonomi ditengah kondisi perekonomian saat ini yang lesu.

Dia juga berterimakasih kepada Menpora yang sudah mempercayakan Kepri menjadi tuan rumah JPI 2015. Terlebih ini kali pertama JPI dilaksanakan di luar Ibukota Indonesia, DKI Jakarta sejak tahun 80-an.

"Kemarin kita telah menyatukan tanah dan air dari 34 provinsi di bundaran tiga pulau Dompak. Nantinya disana akan dibangun tugu yang membuktikan pemuda dari seluruh indonesia telah menginjakkan kakinya di tanah lairnya Bahasa Indonesia," katanya.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved