Hukuman Kebiri

Pemerintah Setujui Perppu Hukuman Kebiri bagi Predator Anak

Menteri Yohana Susana Yembise mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk menerbitkan Perppu mengenai hukuman kebiri bagi pelaku paedofil.

Pemerintah Setujui Perppu Hukuman Kebiri bagi Predator Anak
tribunnews.com
Ilustrasi pencabulan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) mengenai hukuman kebiri bagi pelaku paedofil atau orang yang memiliki gangguan seksual dan berorientasi seksual pada anak.

Meski demikian, menurut Yohana, diperlukan suatu kajian ilmiah untuk mendukung keputusan itu.

"Dalam rapat terbatas dengan Presiden, hukuman kebiri telah diputuskan untuk dilaksanakan. Tetapi, sebagai akademisi, saya melihat perlu ada kajian ilmiah, sebelum membuat kesimpulan soal hukuman kebiri ini," ujar Yohana, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PP dan PA, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015) seperti dikutip dari kompas.com.

Menurut Yohana, dalam beberapa minggu terakhir setelah wacana hukuman kebiri diusulkan, muncul berbagai pandangan pro dan kontra mengenai hal tersebut.

Salah satunya, mengenai pengukuran efektivitas hukuman terhadap angka kejahatan seksual terhadap anak.

"Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Tetapi, saya tetap harus melihat input dan response yang masuk," kata Yohana.

Beberapa pandangan menyebut bahwa hukuman kebiri tidak menyelesaikan masalah.

Misalnya, di beberapa negara hukuman kebiri telah diatur dalam undang-undang pidana, namun tidak ada satupun penelitian yang menunjukkan bahwa hukuman itu dapat mengurangi angka kejahatan seksual terhadap anak.

Kementerian PP dan PA akan meminta draf Perppu Perlindungan Anak yang saat ini tengah dikaji oleh Kementerian Sosial.

Selain itu, Kementerian PP dan PA rencananya akan mengadakan seminar yang khusus membahas penetapan hukuman kebiri bagi pelaku paedofil. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved