Walikota Tanjungpinang: Pelindo 1 Bukan Penguasa Tunggal Kepelabuhan

Jika keberadaan Pelindo di Tanjungpinang dinilai lebih banyak membawa dampak jelek daripada kebaikannya.

Walikota Tanjungpinang: Pelindo 1 Bukan Penguasa Tunggal Kepelabuhan
Istimewa
Pelindo Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah meminta kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelondo) 1 untuk tidak berfikir sebagai penguasa tunggal kepelabuhanan. Karena paradigma tersebut merupakan paradigma masa lalu.

"Berdasarkan aturan, Pemerintah Daerah juga bisa mengelola pelabuhan," kata Lis, Rabu (4/11/2015).

Karenanya dia meminta Pelindo 1 untuk memperhatikan fasilitas kepelabuhanan yang dikelolanya di Kota Tanjungpinang.

Seperti pelabuhan bongkar muat Sri Payung, Kijang Lama dan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

"Di Pelabuhan Sri Payung, itu sejak dulu saya minta disediakan mushalla. Karena buruh yang mau shalat sampai harus pergi ke masjid yang jauh. Nah itu sekarang sudah dibangun. Di Sri Bintan Pura belum ada rumah ibadah," katanya.

Menurutnya Pelindo terkadang hanya mengambil keuntungan dari usaha kepelabuhanan yang dikelola. Namun tidak mementingkan kepentingan daerah.

"Pelindo itu tak ada rugi, pelindo itu untung. Coba keuntungan di share untuk perbaikan sarana dan prasarana," katanya.

Menurut Lis, Pemda juga siap mengambil alih semua pelabuhan yang dikelola pelindo.

Jika keberadaan Pelindo di Tanjungpinang dinilai lebih banyak membawa dampak jelek daripada kebaikannya.

"Kita akan koordinasikan ke Provinsi Kepri," katanya.

Namun Lis masih menyimpan secuil harapan agar Pelindo Tanjungpinang memperbaiki fasilitas yang ada.

Selain itu juga membayar kewajibannya kepada Pemko Tanjungpinang.

"Setelah kewajiban Pelindo kepada Pemda diselesaikan, mari kita duduk bersama-sama, dengan Direktunya yang di Medan juga. Baru berbicara kedepan," kata Lis.

Sementara itu I Wayan Wirawan yang hendak dikonfirmasi terkait permasalahan, informasinya masih berada di Kantor Pusat Pelindo 1 di Medan untuk menyelesaikan permasalahan dengan Pemko Tanjungpinang. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved