Pemadaman Listrik Tak Menentu, Pengusaha Meranti Resah

Seperti terbakar lampu-lampu dan juga televisi. Dan parahnya lagi, komputer kasir kami tak bisa beroperasi,

Pemadaman Listrik Tak Menentu, Pengusaha Meranti Resah
Tribunnewsbatam.com/Net
Ilustrasi pemadaman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SELATPANJANG - Akibat tidak teraturnya aliran listrik dari perusahaan listrik negara (PLN) di Selatpanjang, Meranti, Riau sejak terbakarnya mesin panel kubikel pada Rabu (16/9/20156) lalu, sejumlah pengusaha di berbagai bidang mengeluh dan resah.

Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan, sejak terjadinya pemadaman yang tak menentu tersebut membuat mereka merugi. Mulai dari kerusakan sejumlah barang elektronik, dan lainnya.

"Susah sekarang, setelah 'mati-mati' aliran listrik beberapa kami mengalami kerugian. Seperti terbakar lampu-lampu dan juga televisi. Dan parahnya lagi, komputer kasir kami tak bisa beroperasi," jelas Cua (45). satu di antara pemilik minimarket di Selatpanjang, Minggu (8/11/2015)

Cua menggambarkan, padam aliran listrik yang tak menentu membuatnya sedikit bingung. Karena dari pengalamannya, kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadi korsleting pada kabel dan mengakibatkan kebakaran.

"Saat aliran listrik padam. Waktu saya hidupkan sesaat mati lampu tak masalah, nah anehnya tak sampai setengah jam tiba-tiba lampu hidup, suara mesin saya lain bunyi nya, saya lihat ternyata korslet kabel karena panas, untung saya cepat lihat," kata Cua geleng-geleng kepala.

Dari pengalaman itu, Cua menjadi enggan menghidupkan mesin genset. " Ya kalau mati lampu, kami tunggu saja hidup. Ya lumpuh lah bang kalau kayak gini," imbuhnya.

Selain Cua, pengusaha lainnya, Sutrisno mengeluhkan hal yang sama. Dia mengatakan, sejak pemadaman bergilir yang tak menentu, ia mengaku sangat merugi terhadap usahanya.

"Bayangkan sajalah bang, dalam pemadaman yang berlaku saya lihat ada delapan jam. Dalam delapan jam itu, minimal bensin untuk genset 20 liter. Kalikan berapa duit itu dengan harga Rp 9000 per liter bensin khusus di Selatpanjang. Kan rugi besar kalau begini, mati-hidup,hidup-mati," ungkap Sutrisno pengusaha ritel, dengan nada kecewa.

Sementara Manager PLN Rayon Selatpanjang Asmardi, mengatakan, padamnya arus listrik PLN tersebut tidak terlepas dari efek kubikel yang terbakar beberapa hari lalu. "Panel kan masih dalam tahap perbaikan,'' kata dia.

Ketika ditanya kapan berakhir nya pemadaman bergilir tersebut, karena insiden kebakaran panel sudah berlangsung hampir dua bulan? Pihaknya belum memastikan. Dia mengatakan, segala sesuatu ada peraturan pada Area Dumai.

"Kami di sini kan berdasarkan aturan dari Area (Dumai). Nah kapan ini berakhir kami tak bisa pastikan, masyarakat kalau bisa bersabar lah. saya rasa, bukan hanya Selatpanjang yang padam-padam lampu, coba lihat kayak di Pekanbaru, Batam, dan sejumlah daerah lain," pungkas Asmardi.(*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved