TribunBatam/

Direktur di BP Batam Diduga Gabung ISIS

Pejabat BP Batam, Istono Tak Yakin SMS Dikirim Djoko Wiwoho

Tidak mungkin selevel Mabes Polri menyebutkan hal itu tapi tidak memberitahu siapa pimpinannya.

Pejabat BP Batam, Istono Tak Yakin SMS Dikirim Djoko Wiwoho
tribunnews batam/facebook
Dwi Djoko Wiwoho 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Informasi mengenai pamitnya Dwi Djoko Wiwoho mengikuti daulah Islam yang diutarakannya melalui pesan singkat kepada atasannya tidak langsung dipercayai pejabat level atas di BP Batam.

Deputi BP Batam, Istono menyatakan ketidakpercayaannya terkait SMS/short message service tersebut dikirim Djoko Wiwoho.

“Tidak mungkin selevel Mabes Polri menyebutkan hal itu tapi tidak memberitahu siapa pimpinannya. Lagipula, kalaupun iya, apa bisa dipastikan nomor itu memang punya Djoko? Kalau aku yang SMS ngaku Djoko, bisa jugakan? " tutur Istono kepada Tribun Batam.

Jika hal tersebut benar, kata Istono, maka mabes Polri harus terbuka kepada siapa saja SMS itu dikirimkan.

"Yah kalau Mabes Polri yang mengatakan seperti itu, mereka saja yang memberitahu siapa itu atasannya,” tambahnya.

Mengingat, komunikasi para pegawai di BP Batam, baik staf maupun rekannya kepada Dwi Djoko Wiwoho sendiri dikabarkan putus. Nomor-nomor kontak yang biasa dipakai Direktur PTSP BP Batam itupun sudah tidak aktif.

"Kalau aku yang sms mengaku Djoko juga kan bisa. Atau kalaupun pakai nomor dia, tapi yang ngetik SMS ternyata bukan dia jugakan bisa," sergahnya menyiratkan ketidakpercayaannya.

Lagipula, Istono berpendapat bahwa tidak ada yang benar-benar tahu mengenai keberadaan Djoko saat ini. Ataupun alasan Djoko menghilang.

"Sebelum ada statement dari pejabat Polri itu, semua orangkan bertanya-tanya. Dia itu benar-benar punya niatan bergabung ke kelompok itu (ISIS) atau tidak, apakah kepergiannya dengan niat itu atau bukan. Semua masih tanya-tanyaan sampai sekarang, tidak ada yang benar-benar tahu,” kata dia.

‎Satu-satunya informasi yang jelas mengenai Dwi Djoko Wiwoho yakni yang bersangkutan pergi berangkat ke Turki. Hal tersebut dapat diverifikasi secara dokumen penerbangan yang bersangkutan.

"Tapi dari Turki, apakah dia mau bergabung ke kelompok terlarang itu, ISIS itu, kan harus berpindah lagi ke base mereka. Apa itu Suriah atau kemana, kan tidak ada yang tahu daerahnya. Turki ini kan negara terbuka, bukan basis kelompok ISIS itu. Yang terkenal sekarang basisnya mereka ada di Suriah dan Irak," tuturnya.

Istono berasumsi, akibat beredarnya rumor mengenai Djoko, bisa saja ada orang iseng yang mengirim SMS kepada yang disebut-sebut pimpinannya.

"Itu tinggal tugasnya polisi atau yang berwenang. Telusuri dong nomor handphone itu. Kode negaranya darimana. Saya rasa, kalau memang orang pakar, harusnya menelusuri atau mengkaji lebih dalam dulu soal informasi tersebut," ucapnya.

‎"Tapi benar tidaknya, aparatlah yang bisa mengemukakan, karena sms nya juga bukan dikirim ke saya kok. Jadi saya juga tidak tahu, benar atau tidak ada sms itu," katanya lagi. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Muhammad Sarih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help