Hemat Listrik 10% Sekarang, Seluruh Indonesia Akan Terang Benderang

Menurut catatan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), 23% konsumsi listrik seluruh Indonesia berpusat di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

Hemat Listrik 10% Sekarang, Seluruh Indonesia Akan Terang Benderang
tribunnews batam/mairinanderson
Seorang warga menggunakan lilin untuk penerangan karena kerap terjadi pemadaman listrik di Batam, baru-baru ini. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM – Banyak orang mengatakan pemandangan sorot cahaya lampu yang berasal dari gedung pencakar langit adalah sesuatu yang indah, mengagumkan, dan mungkin mengesankan.

Jakarta adalah contohnya. Jika menyempatkan diri melintasi jalanan Jakarta saat malam hari, misalnya, pemandangan sorot cahaya lampu yang temaram seringkali terhampar begitu saja di depan mata.

Bisa jadi, semua kegemerlapan kota-kota besar dengan segala dinamika dan aktivitasnya itu membuat siapa pun merasa lebih modern dan kosmopolitan.

Namun, di balik segala pesona dan daya pikatnya yang mengagumkam itu, ternyata sorot cahaya lampu gedung-gedung bertingkat itu bisa bermakna lain.

Makna itu tidak lain adalah konsumsi listrik yang begitu besar.
Ya, siapa sangka di balik keindahan sorot cahaya dari gedung-gedung bertingkat di Jakarta yang mengagumkan tersebut, ternyata pasokan listrik secara nasional tersedot cukup tinggi?

Menurut catatan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), 23% konsumsi listrik seluruh Indonesia berpusat di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

Konsumsi listrik yang besar itu terbagi dalam tiga kelompok: sektor rumah tangga yang sebagian besar berada di DKI Jakarta (34%), sektor industri yang sebagian besar berada di Tangerang (30%), dan sektor bisnis yang sebagian besar berada di DKI Jakarta (29%).

Dengan daya konsumsinya yang begitu besar, tidak heran jika pemerintah melalui Kementerian ESDM mulai menghimbau warga senantiasa menghemat listrik. Penghematan tersebut dilakukan agar pasokan listrik nasional aman untuk beberapa tahun ke depan.

Pasalnya tidak semua wilayah Indonesia sudah teraliri listrik secara maksimal. Saat ini baru Pulau Jawa dan Bali saja yang menjadi fokus perhatian. Semua itu dilakukan karena 68% konsumen listrik Indonesia memang berada di Jawa dan Bali.

Sementara jika dilihat secara makro, Indonesia baru memenuhi kebutuhan listrik nasional sebesar 86,39%. Angka tersebut sangat jauh tertinggal dibanding negara-negara lain.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved