Tekan Angka Kemiskinan, Pemko Tanjungpinang Latih Ibu-ibu Bikin Kue

Kata Wali Kota, pemerintah siap memberi laluan untuk memasarkan peroduk KUB, namun harus produk yang memiliki nilai jual dan berkualitas

Tekan Angka Kemiskinan, Pemko Tanjungpinang Latih Ibu-ibu Bikin Kue
tribun/mikhwan
Kepala BP3AKB Ahmad Yani menyampaikan materi pada kegiatan pembinaan keterampilan Industri Rumahan bagi KUB Perempuan Kota Tanjungpinang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) melaksanakan Kegiatan Pembinaan Keterampilan Industri Rumahan Bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perempuan Kota Tanjungpinang.

Kegiatan yang dibuka Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah ini dilaksanakan di Aula Bulang Linggi Kantor Badan Arsip, Perpustakaan dan Museum Kota Tanjungpinang, Kamis (12/11/2015).

Sebanyak 90 ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini, berasal dari kelurahan se-Kota Tanjungpinang itu tergabung dalam beberapa KUB . 

Peserta juga melakukan praktek secara langsung di Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Tanjungpinang, di antaranya membuat kue.

Kepala BP3AKB Ahmad Yani mengatakan perogram itu dilaksanakan untuk menekan angka kemiskinan di Tanjungpinang. Peserta yang mengikuti kegiatan itu berasal dari ekonomi bawah.

Dia berharap, dengan pelatihan tersebut peserta mampu memperluas pengetahuan usahanya. Sehingga usahanya bisa bekembang dan kesejahteraan keluarga pun meningkat.

"Kami bahagia kalau melihat usaha ibu-ibu berhasil," kata Yani saat menyampikan materi pada kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari tersebut.

Sementara itu, kepada para peserta, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah berpesan agar memanfaatkan dan mengikuti pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya. "Mumpung masih sehat dan ada kesempatan," kata Lis.

Lis juga tidak ingin program tersebut hanya sekedar ceremonial belaka. Tanpa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu dia meminta dinas terkait melakukan pengawasan terhadap KUB tersebut sampai sejauh mana manfaat bantuan yang diberikan pemerintah digunakan masyarakat. Jika tidak ada manfaatnya maka, selanjutnya tidak akan diberi bantuan lagi.

"Nanti bereka selain diberikan pelatihan juga diberikan bantuan per kelompok Rp20 juta. Kita harapkan bantuan kepada KUB ini ada manfaatnya. Setidaknya dapat membantu masyarakat meningkatkan peroekonomiannya," kata Lis.

Bahkan kata Lis, pemerintah siap memberi laluan untuk memasarkan peroduk KUB. Namun tentu harus produk yang benar-benar memiliki nilai jual dan berkualitas. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help