Pilkada Kepri 2015

Bawaslu Wajib Waspadai Transaksi Transfer Uang di Daerah Pemilihan

salah satu yang penting ialah potensi peningkatan transaksi keuangan jelang 9 Desember.

Bawaslu Wajib Waspadai Transaksi Transfer Uang di Daerah Pemilihan
Istimewa
Ilustrasi politik uang saat pilkada 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi berbagai pihak.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurufin Hafidz mengatakan, salah satu yang penting ialah potensi peningkatan transaksi keuangan jelang 9 Desember.

Menurutnya, bakal terjadi perpindahan uang dalam jumlah besar mendekati waktu pemungutan suara.

"Pasangan calon sebenarnya punya uang, dan laporan dana kampanye mereka, tidak mencerminkan laporan yang mereka sampaikan. Maka pengawasan harus lebih ketat, akan banyak transaksi-transaksi yang berlangsung dua minggu kedepan," kata Masykurudin dalam diskusi dana kampanye dan ikhtiar mewujudkan pilkada bersih, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2015).

Menurutnya, pihak yang paling bertanggungjawab atas hal tersebut ialah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Untuk itu dirinya meminta Bawaslu bekerjasama dengan PPATK untuk sejak awal menelisik transaksi keuangan yang mencurigakan, terutama di daerah-daerah pilkada.

"Karena banyak dugaan, ada yang ngga dilaporkan, maka Bawaslu harus tanggungjawab. Bawaslu ngga boleh lagi hanya pencegahan-pencegahan. Karena situasi ini sangat penting, waktu yang semakin mendekat dan tensi tinggi," katanya.

Salah satu yang harus dilakukan ialah memetakan seberapa besar dana yang bergerak jelang Pilkada dan mengendus apakah terdapat dana haram yang digunakan.

"Makanya harus buat strategi dan turun langsung lakukan, pengawasan di politik uang. Kedua harus segera dikejar, Bawaslu jangan hanya diam. Lewat PPATK dan KPK untuk melihat proses peredaran yang di Pilkada," katanya.(*)

Editor: Iman Suryanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help