Pilkada Kepri 2015

BREAKING NEWS: Komisioner KPU & Bawaslu Kepri Diperiksa DKPP Soal Dugaan Ijazah Palsu Cawagub Nurdin

DPKK RI memeriksa komisioner KPU dan Bawaslu Kepri terkait dugaan ijazah palsu Nudin Basirun, hari ini, Sabtu (28/11/2015).

BREAKING NEWS: Komisioner KPU & Bawaslu Kepri Diperiksa DKPP Soal Dugaan Ijazah Palsu Cawagub Nurdin
tribunnews batam/istimewa
Calon Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyalami warga Kampung Tua Tanjunguma, Batam, Kamis (19/11/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Kasus dugaan ijazah palsu yang dimiliki Nurdin Basirun, calon Wakil Gubernur Kepri yang maju berpasangan dengan Calon Gubernur HM Sani masih terus berlanjut sampai hari ini.

Kasus tersebut sudah ditangani Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI).

Bahkan DPKK RI memeriksa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kepri, hari ini, Sabtu (28/11/2015).

Informasi mengenai pemeriksaan penyelenggara pemilu di Kepri nyaris tidak diketahui oleh siapa pun.

Bahkan Komisioner KPU Kepri, Marsudi sempat heran ketika mengetahui bahwa pemeriksaan komisioner KPU dan Bawaslu Kepri itu diketahui oleh media.

"Siapa memberikan informasi itu? Memang benar kami dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan ijazah palsu Pak Nurdin,"ungkap Marsudi dari Jakarta ketika dimintai tanggapan melalui telepon seluler, Sabtu pagi.

Marsudi kemudian mengakui bahwa dirinya dan Ketua KPU Kepri Said Sirajuddin dipanggil untuk memberikan keterangan oleh DKPP RI.

Selain itu, komisioner Bawaslu Kepri juga turut dimintai keterangan seputar kasus dugaan ijazah palsu Nurdin.

"Jangan dibesarkan dulu. Kami mohon pengertian rekan-rekan media,"ungkap Marsudi lagi.

Seperti Marsudi, Ketua Bawaslu Kepri, Razaki Parsada pun mengaku dipanggil untuk dimintai keterangan oleh DKPP RI.

Namun, berbeda dengan Marsudi, Razaki lebih terlihat tenang menghadapi pemeriksaan tersebut.

"Iya kami dipanggil oleh DKPP RI terkait kasus dugaan ijazah palsu Pak Nurdin hari ini," kata Razaki dengan tegas. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help