MENGHARUKAN. Pangeran Harry Ungkap Kesedihannya Saat Sang Ibu, Lady Diana Meninggal

"Tetapi kami memiliki rasa kehilangan yang sama. Dengan orang tercinta, dalam kasusku orangtua yang pergi begitu saja," kata Harry.

MENGHARUKAN. Pangeran Harry Ungkap Kesedihannya Saat Sang Ibu, Lady Diana Meninggal
www.postcard-pictures.com
Kenangan Pangeran Harry dengan ibunya Lady Diana ketika masih hidup 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Tanggal 31 Agustus akan selalu menjadi hari penuh duka untuk rakyat Inggris.

Pasalnya, pada tahun 1997, Putri Diana dinyatakan tewas setelah mengalami kecelakaan mobil di terowongan Pont de L’Alma, Paris, tepat di tanggal tersebut di atas.

Tak terasa, kejadian tragis yang mengejutkan dunia itu sudah berlalu selama 18 tahun.

Salah satu putra Diana, Pangeran Harry yang masih berusia 13 tahun ketika sang bunda pergi untuk selamanya, mengaku sangat terpukul menghadapi kematian sang bunda yang sangat mendadak.

Kesedihan dan pengalaman pahit melalui hari-hari setelah kecelakaan mengenaskan itu diungkapkan Pangeran Harry dalam pidatonya saat menghadiri acara sosial HIV yang berlokasi di Lesotho, Afrika.

"11 tahun lalu, aku pertama kali mengunjungi Lesotho. Aku dikelilingi oleh banyak anak-anak yang hidupnya hancur karena kehilangan orangtua,” sebut Pangeran Harry.

“Aku tak dapat percaya bahwa banyak anak yang masa kecilnya direnggut oleh kemiskinan, HIV, dan AIDS. Dari semua senyum tersebut, mereka butuh perhatian, kasih sayang, dan paling utama cinta," imbuhnya.

Kemudian, Harry mengatakan bahwa dia memiliki keterikatan dengan anak-anak tersebut lantaran sama-sama harus kehilangan salah satu orangtua

"Banyak dari mereka jauh lebih muda dariku, dan tentu saja situasi mereka lebih buruk dari padaku.

Tetapi kami memiliki rasa kehilangan yang sama. Dengan orang tercinta, dalam kasusku orangtua yang pergi begitu saja," urainya.

Lebih lanjut, Harry mengatakan, "Aku, sama seperti mereka tahu bahwa akan selalu ada lubang dalam hati yang tak dapat digantikan," ungkapnya.

Dari pengalamannya melihat anak-anak yang juga kehilangan orangtua, Harry dan Pangeran Seeiso dari Lesotho membuat sebuah yayasan panti asuhan dengan nama The Mamahato Children' Centre.

Dalam acara yang sama, King Letsie III, dari kerajaan Lesotho sempat menggoda Harry dengan mengatakan, "Aku akan dengan senang hati memperkenalkan dia dengan sebutan 'Pangeran Harry dan...',

tetapi kita harus menunggu beberapa tahun lagi untuk dia,” canda King Letsie yang disambut gemuruh tawa para undangan yang hadir.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved