Pilkada Kepri 2015

Panwaslu Bintan Khawatirkan Terjadi Intimidasi Saat Pemilihan

"Yang kita takutkan adanya intimidasi dari mereka. Hal itu yang harus kita awasi bersama," sebut Ondi

Panwaslu Bintan Khawatirkan Terjadi Intimidasi Saat Pemilihan
tribun/ekosetiawan
Ketua Panwaslu Bintan Ondi Dobi Susanto 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Ada empat kerawanan yang dikhawatirkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bintan dalam Pilkada Bintan, pada 9 Desember nanti.

Hal itu diungkapkan ketua Panwaslu Bintan Ondi Dobi Susanto, Senin (30/11/2015) usai rapat tertutup di kantor DPRD Kabupaten Bintan.

Empat kerawanan itu bisa terjadi pada ketersediaan logistik, yang dikhawatirkan berkurang saat DPT B2 melonjak pada saat Pilkada.

DPT B2 itu adalah pemilih yang datang secara mendadak hadir saat pemungutan suara berlangsung dengan membawa KTP dan KK di Kabupaten Bintan.

Kedua, adanya intimidasi aparatur, yang mungkin dilakukan aparatur desa atau kelurahan, berupa pengarahan untuk memilih salah satu pasangan calon dalam Pilbup dan Pilgub.

"Yang kita takutkan adanya intimidasi dari mereka. Hal itu yang harus kita awasi bersama," sebut Ondi.

Selanjutnya menurut Ondi, dikhawatirkan adanya politik uang dalam pelaksanaan Pilkada.

Menurut Ondi politik uang sudah menjadi isu yang awam di seluruh wilayah NKRI dalam pelaksanaan Pemilu.

"Dari semua kemungkinan, yang paling rawan itu adalah politik uang. Karena ini terjadi bukan kali ini saja. Pada pemilu-pemilu sebelumnya hal yang sama juga sering terjadi," katanya.

Yang terakhir yaitu masalah sumber daya manusia (SDM).

Baik dari pihak Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) maupun Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

"Karena hanya sebagian personil lama yang digunakan. Lebih banyak anggota baru," terangnya.(*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved