Alergi Terhadap Wifi, Gadis ini Pilih Bunuh Diri

Ia diduga bunuh diri karena tidak tahan menghadapi sakit yang disebabkan alergi WiFi di sekolahnya.

Alergi Terhadap Wifi, Gadis ini Pilih Bunuh Diri
Istimewa
Ilustrasi bunuh diri akibat alergi Wifi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Gadis remaja berusia 15 tahun ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon dekat rumahnya di Chandlington, Oxon.

Gadis tersebut diketahui bernama Jenny Fry. Ia diduga bunuh diri karena tidak tahan menghadapi sakit yang disebabkan alergi WiFi di sekolahnya.

WiFi telah menjadi kebutuhan di zaman modern. Banyak sekolah memasang WiFi untuk kebutuhan internet para siswa. Namun Jenny berbeda dibandingkan anak-anak lain.

Ia akan mengalami sakit kepala, lelah, masalah kandung kemih karena electro-hypersensitivity (EHS).

Gejala itu ditimbulkan karena dia alergi pada koneksi internet tanpa kabel yang dipasang di sekolah.

Sebelum peristiwa tragis, Jenny mengirim pesan singkat pada temannya memberitahukan dia tidak bisa pergi ke sekolah.

Orangtuanya, Debra dan Charles Newman menyatakan pada penyidik mereka percaya Jenny jadi sakit karena WiFi.

Gadis itu mulai menunjukkan tanda-tanda EHS pada November 2012.

"Dia sering kena detensi di sekolah. Bukan karena berbuat kekacauan atau tidak bisa di atur di kelas, tapi karena dia selalu keluar dari kelas dan pergi ke area yang dia bisa mengerjakan tugas. Dia selalu belajar dengan serius," kata orangtuanya dilansir Mirror.

Orangtua sudah pernah menyampaikan masalah yang dihadapi putrinya pada pihak sekolah.

Namun Kepala Sekolah, Simon Duffy, mengatakan WiFi aman dan Jenny harus menjalani detensi dalam ruangan yang membuatnya makin sakit.

"Saya sepenuhnya percaya Jenny tidak bermaksud mengakhiri hidupnya. Tapi saya pikir dia frustasi dengan peraturan sekolah," sebut orangtuanya.

Tim penyidik mendengar belum ada catatan medis yang membuktikan Jenny menderita EHS.

Sedangkan orangtua gadis itu kini mengkampanyekan pencabutan WiFi dari lembaga pengasuhan maupun sekolah-sekolah.

Mereka juga mendesak pemerintah untuk mengadakan penelitian EHS.(*)

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help