Pilkada Kepri 2015

Bawaslu Kepri Minta Pelanggaran Diselesaikan di TPS Tempat Kejadian

Kami akan siap turun ke TPS untuk menyelesaikan masalah tersebut," tekan Razaki

Bawaslu Kepri Minta Pelanggaran Diselesaikan di TPS Tempat Kejadian
Bawaslu Kepri
Razaki Persada 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Penyimpangan dan pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) bakal rentan terjadi di Kepri.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kepri menegaskan bahwa penyimpangan dan pelanggaran itu rawan terjadi di tempat pemungutan suara (TPS).

"Puncak dari penyimpangan dan pelanggaran itu akan terjadi di TPS pada Rabu (9/12) ini," kata Ketua Bawaslu Kepri, Razaki Persada, Kamis (4/12/2015) pagi.

Demi mengantisipasi penyimpangan dan pelanggaran tersebut, Bawaslu Kepri sudah menyiapkan strategi pengawasan yang mumpuni.

Strategi itu ditempuh dengan menempatkan pengawas dan pemantau di setiap TPS.

"Semua pengawas dan pemantau diharapkan agar selalu memastikan seluruh mekanisme pemungutan dan penghitungan suara dijalankan dengan benar.

Kami akan siap turun ke TPS untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata  Razaki.

Selain penempatan petugas pengawas dan pemantau, Razaki juga mengingatkan semua pihak untuk memperhatikan sertifikat pengiriman suara.

Sertifikat suara itu mencakupi jumlah surat suara, pemilih yang tidak menggunakan hak pilih dan hasil penghitungan suara yang begitu rawan dimanipulasi.

Sertifikat tersebut harus ditempelkan di tempat terbuka pada setiap TPS dan bisa dipantau oleh siapa pun.

"Sertifikasi suara sudah dibagikan dan ditempelkan di tempat umum. Dengan itu siapa pun bisa melihat, memotret dan mengontrol kemungkinan penyimpangan dan pelanggaran yang terjadi,"

Menurut Razaki, kalau ada pihak tertentu yang hendak melakukan penyimpangan dan pelanggaran demi memanipulasi jumlah surat surat maka aksinya itu akan mudah terkontrol melalui sertifikat tersebut.

Karena itu, melalui sertifikat ini, siapa saja bisa mengontrol dan memantau proses pemungutan dan penghitungan suara secara jujur dan adil. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved