Anggaran Minim, Banyak Rencana Anggaran untuk Disabilitas Dicoret

"Tahun ini tidak ada, termasuk dalam peringatan hari disabilitas kemarin," kata Yendi

Anggaran Minim, Banyak Rencana Anggaran untuk Disabilitas Dicoret
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi Disabilitas. Puluhan penyandang disabilitas mengikuti jalan sehat sepanjang jalan Engku Putri, Batam, Kamis (3/12/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Minimnya anggaran tahun 2015, mengakibatkan sejuman bantuan yang direncanakan untuk diberikan kepada penyandang disabilitas tidak bisa dilaksanakan.

Alat bantu yang semula dianggarkan untuk penyandang disabilitas dan lansia di Anambas, tidak dapat disalurkan karena usulan tersebut dicoret tahun 2015 ini.

"Tahun ini tidak ada, termasuk dalam peringatan hari disabilitas kemarin. Kami ini kan sifatnya memberikan bantuan saja," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas, Yendi, Jum'at (4/12/2015).

Yendi menjelaskan, bantuan yang diberikan salah satunya berbentuk uang tunai.

Masing-masing penerima bantuan, mendapatkan Rp 300 ribu per bulan untuk lansia termasuk penyandang disabilitas.

"Kalau kemarin salahsatu bantuan yang diberikan seperti itu, namun ada juga bantuan dari pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 200 ribu per bulan yang akan dibayarkan selama empat bulan melalui PT. Pos Indonesia.

Penyalurannya, untuk 50 orang di Anambas. Selain itu juga ada bantuan untuk yang mengalami cacat berat sebanyak empat orang di Anambas dengan besaran bantuan yang diberikan sebesar Rp 300 ribu per bulannya," ungkapnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Awaluddin, mengatakan, terdapat 1.952 orang lanjut usia dan penyandang disabilitass sesuai data tahun 2015.

Angka ini cenderung mengalami pengurangan setelah pihaknya melakukan pendataan sebagai dasar untuk mengusulkan tahun 2016 mendatang.

"Setelah kami perbaharui, jumlahnya berubah menjadi 1.850 orang. Angka ini merupakan jumlah keseluruhan lansia dan penyandang disabilitas di Anambas," katanya.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help