Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Prodik di Univeristas Karimun, Kadisdik Karimun Tidak Ditahan

Belum diketahui alasan Polres Karimun belum menahan Sd

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Sd, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Karimun, Provinsi Kepulauan Riau telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Karimun dengan tuduhan penipuan lima program studi (prodi) di Universitas Karimun (UK) tahun 2008,2009 dan 2010.

Meski ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2015 lalu, namun Sd belum ditahan Satreskrim Polres karimun.

Belum diketahui alasan Polres Karimun belum menahan Sd.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Hariyo Prasetyo Seno saat dikonfirmasi, tidak membalas pesan singkat elektronik (SMS) yang disampaikan Tribun Batam.

Sd terlihat masih sempat memimpin acara peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karimun, 28 November 2015 lalu di Pendopo rumah dinas Bupati Karimun, Taman Bunga, Tanjungbalai Karimun.

Sd ditetapkan sebagai tersangka saat ia rangkat jabatan sebagai Kadisdik Karimun dan Rektor UK tahun 2008, 2009 dan 2010.

Sd dikenakan Undang-undang satuan penyelenggara pendidikan yang tidak memiliki izin pemerintah atau pemerintah daerah. Pasal 71, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 junto Pasal 378 junto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan atau turut serta melalukan perbuatan penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Kelima prodi UK yang belum ada izin tapi tetap menerima mahasiswa pada tahun 2008, 2009 dan 2010 itu antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Luar Biasa (PGLB), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) di Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan program studi Tekhnik Perkapalan serta Manajemen Kepelabuhan dan Pelayaran (MKP). (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved