Anggota DPRD Anambas Terkejut Lihat Foto Proyek Gudang Logistik Desa Tarempa Timur

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Muhammad Da'i terkejut melihat foto perkembangan pengerjaan proyek gudang logistik yang berlokasi di Tarempa.

Anggota DPRD Anambas Terkejut Lihat Foto Proyek Gudang Logistik Desa Tarempa Timur
tribun/septyanmuliarohman
DPRD Anambas saat melakukan peninjauan proyek gudang logistik 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Muhammad Da'i terkejut melihat foto perkembangan pengerjaan proyek gudang logistik yang berlokasi di Tanjung Momong Desa Tarempa Timur, Anambas.

Dari foto tersebut, ia yakin presentase pengerjaan gudang logistik daerah tak sampai 50 persen.

"Kalau seperti ini pengerjaannya, tak yakin saya sampai 50 persen. Sepuluh persen pun tak sampai," ujarnya Kamis (10/12/2015).

‎Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menambahkan, progress pengerjaan 50 persen merupakan target yang disampaikan oleh kontraktor pelaksana saat rapat dengar pendapat di gedung DPRD dalam bulan-bulan ini.

Dalam rapat dengar pendapat yang mengundang Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (‎Disperindagkop UKM) Kabupaten Kepulauan Anambas, pihak kontraktor pelaksana juga berkomitmen untuk menggunakan dua shift serta dua hammer untuk menggesa pengerjaan proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp 5,2 miliar lebih yang bersumber dari DAK tahun 2015.

"Hearingnya bulan-bulan ini sehabis kami melakukan sidak itu. ‎Dari kontraktor pelaksana menargetkan, 50 persen pengerjaan sampai habis masa kontrak mereka tanggal 22 Desember 2015," bebernya.

Dalam hearing tersebut terungkap kendala yang dihadapi oleh kontraktor pelaksana dalam melakukan pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya, keterlambatan dalam membelanjakan bahan material.

"Sebelumnya direktur cabang sudah mencairkan uang muka. Sayangnya, mereka lambat dalam membelanjakan material, seperti tiang piling dengan alasan ketiadaan stok. Tentu, kami tidak percaya begitu saja. Saat ini, utusan mereka dari pusat yang mengambil alih pekerjaan ini," tegas pria yang duduk di Komisi II ini.

‎Pihaknya pun telah menyampaikan Pemkab Anambas melalui Disperindagkop UKM untuk memutus kontrak pengerjaan proyek tersebut, bila target yang disampaikan kontraktor pelaksana tidak tercapai.

Komisi II pun, bukan tidak mungkin memberikan rekomendasi untuk menambah masa pengerjaan proyek tersebut bila target yang disampaikan oleh kontraktor pelaksana dapat tercapai.

"Kalau tercapai targetnya, bukan tidak mungkin kami upayakan seperti itu. Karena, ada i'tikad baik dari kontraktor. Nah, kalau kondisinya seperti gambar ini belum lagi dengan masa waktu yang tinggal 10 hari, saya kira sulit. ‎Kecuali, mereka punya pasukan jin," terangnya.

‎Pantauan di lokasi, tampak pekerja masih mengerjakan proyek tersebut.

Tongkang dan kapal tug boat pun tampak berlabuh didekat lokasi proyek.

Tidak hanya itu, terdapat tiga piling yang sudah terpancang sebagai fondasi pada pembangunan proyek gudang logistik daerah itu. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved