Kaleidoskop Kepri 2015

Abidin Pamerkan Batere ke Jusuf Kalla Saat Berkunjung ke PT Sat Nusa Persada

JK yang mengenakan batik biru langsung melemparkan senyumannya ke arah orang-orang yang menyambutnya.

Abidin Pamerkan Batere ke Jusuf Kalla Saat Berkunjung ke PT Sat Nusa Persada
Tribun Batam
Wapres Jusuf Kalla Saat mengunjungu Sat Nusapersada dan mendapatkan penjelasan dari Pimpinan Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kedatangan Wapres Jusuf Kalla ke PT Sat Nusa Persada,Tbk, Jumat (6/2/2015) menjadi pusat perhatian. Warga berbondong-bondong datang ke depan perusahaan itu untuk melihat langsung Jusuf Kalla.

Tak lama kemudian, sebuah bus berwarna cokelat dengan BP 7101 TP pun berhenti di depan PT Sat Nusa. Jusuf Kalla beserta rombongan yang turun, langsung dipeluk hangat oleh Abidin Hasibuan, Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Tbk.

Beberapa pejabat juga hadir seperti Gubernur Kepri HM Sani, Wakil Gubernur HM Soerya Respationo, Ketua BP Batam Mustofa Widjaya dan anggota DPRD Provinsi Kepri dan Kota Batam.

"Pak JK, minta tandatangan dong," ujar Ridho, salah seorang pelajar SD 008 yang berteriak saat menyaksikan kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu.

JK yang mengenakan batik biru langsung melemparkan senyumannya ke arah orang-orang yang menyambutnya.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Abidin membawa JK berkeliling melihat-lihat proses produksi alat yang dikerjakan di Satnusa.

Platform ekonomi pemerintah Jokowi-JK yang menegaskan agar tidak menjadikan Indonesia sebagai negara konsumtif, melainkan menjadi negara produktif, menggelitik Satnusa untuk lebih maksimal mengembangkan bisnisnya.

Namun begitu, Abidin mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut, pengusaha juga membutuhkan dukungan pemerintah.

Salah satu produk yang sedang dikembangkan oleh Satnusa yakni batere sensor K. Abidin memaparkan kepada JK, batere sensor K merupakan produk yang dipakai pada kendaraan beroda empat, dan baik untuk keamanan dan kesehatan.

"Di Eropa mobil wajib menggunakan sensor. Tahun 2016 nanti batere sensor K ini akan dipakai sepenuhnya pada produksi-produksi mobil. Yang kami buat sekarang sudah kami kirim ke Eropa dan hampir seluruh dunia," ujar Abidin kepada Jusuf Kalla.

Menurut Abidin, produksi mobil di Indonesia cukup tinggi. Sehingga produk ini akan sangat berkembang di pasar otomotif Indonesia.

Abidin berharap, alat ini tidak perlu diimpor dari asing. "Jangan impor pak, kami siap produksi untuk memenuhi kebutuhan mobil-mobil di Indonesia. Kami hanya perlu dukungan saja," ucap Abidin yang disambut positif oleh Jusuf Kalla.

Abidin optimis, beberapa poin permintaan yang diajukannya ditanggapi dengan positif oleh Jusuf Kalla. "Wapres kita tegas dan cepat, saya yakin beliau akan menangkap poin permintaan kita. Yang namanya peraturan, Kepmen atau lainnya bisa diubah. Saya yakin pemerintah kita akan membantu selagi untuk kepentingan agar negara kita tidak menjadi negara konsumtif, tapi produktif," tutur Abidin.

Abidin berharap besar dengan kunjungan Jusuf Kalla dapat menekan angka impor, khususnya impor ponsel di Indonesia. Mengingat, saat ini industri lokal pembuatan ponsel pun sedang berkembang di Kota Batam.

Satnusa, baru-baru ini mengeluarkan smartphone 4G LTE merek IVO.

"Kalau semua ponsel impor diproduksi di dalam negeri, kami memperkirakan negara berpotensi menerima pajak per tahun sekitar Rp 180 miliar, dan menciptakan 30 ribu lapangan kerja. Serta memberi kontribusi neraca perdagangan sekitar 947 US dolar," ucapnya.

Gubernur Kepri HM Sani mengatakan sudah kewajibannya untuk ikut mendorong hal tersebut. Pemerintah daerah akan mengajukan ke pusat selagi yang diminta pengusaha dapat memajukan BatAm dan Kepri.

"Tentu kewajiban kami untuk mendukung, dengan meminta ke pusat kalau ada regulasi yang memang bisa memudahkan pengusaha. Sebab kewenangannya ada di pusat soal itu (produksi sensor K). Kami dukung selama untuk kemajuan industri di sini," kata Sani.(Tribun Batam/Ane)

Halaman
Penulis: Iman Suryanto
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help